Wajibnya mencintai sahabat nabi


Mencintai sahabat nabi Muhammad SAW secara tepat dan proporsional adalah tuntutan syari. Artinya cinta terhadap para sahabat nabi saw adalah sunnah rasulullah saw. Untuk merealisasikan cinta tersebut maka kita perlu mengenal diri sahabat dan kedudukan mereka; bagaimana penilaian Allah ta'ala dan rasul-Nya sehubungan dengan sikap muslim terhadap sahabat.

Siapa sahabat itu
Mundzir Al As'ad di dalam kitabnya 'Baraa'atush shahabah minan nifaq' mengetengahkan perkataan syaikh Muhammad Abi Syuhbah bahwa, menurut definisi para ulama dan ahli hadits, sahabat adalah orang yang bertemu dengan Nabi saw di dalam keadaan mu'min dan meninggal di dalam keimanan. Maka bagi yang murtad dan meninggal di atas kemurtadan batal sebutannya sebagai sahabat. Bagi yang bertaubat dan kembali kepada islam, menurut pendapat yang lebih benar kembali pula disebut sebagai sahabat. Bagi yang menyatakan keislaman dan menyimpan kekufuran seperti orang munafik, maka dia bukan termasuk sahabat. Allah dan Rasul-Nya telah menjamin terungkapnya kemunafikan mereka.

Masih di dalam kitab yang sama Mundzir Al As'ad mengutatyrakan bahwa, menurut pendapat jumhur bagi yang lebih lama bersahabat dengan Nabi saw, mendengar dari Nabi saw, berperang bersama beliau atau berkurban dengan jiwa dan hartanya untuk membela Nabi saw, maka haditsnya mursal (ditinjau) dari segi riwayatnya, sekalipun ia menpunyai kemuliaan sebagai sahabat.

Ahli sunnah telah sepakat bahwasanya para sahabat adalah adil. Artinya, mereka tidak pernah sengaja untuk mendustakan atau mengkhianati Rasulullah saw, baik debgan lisan maupun perbuatan. Mereka memiliki ilmu dien yang dalam, iman dan taqwa yang tangguh, akhlaq yang mulia dan keberanian yang luar biasa di dalam menbela Al Islam dan kaum muslimin. Maksud adil di sini bukan berarti maksum (terjaga) dari salah dan lupa. Akan tetapi kebaikan mereka yang banyak dapat menutupi kekurangan yang manusiawi.
Sifat dan kedudukan sahabat
Allah swt telah menginformasikan kepada kita bahwa sahabat rasulullah saw memiliki sifat dan kedudukan yang mulia, diantaranya: termasuk umat Islam yang adil dan pilihan (QS. 2:143); sebagai umat terbaik yang senantiasa ber amar ma'ruf nahi munkar (QS. 3:110); memiliki karakter berkasih sayang terhadap orang beriman dan keras terhadap orang-orang kafir, ruku' dan sujud hanya mencari karunia dan keridhaan Allah Ta'ala. Dan hal inj digambarkan pula dalam kitab-kitab sebelum Al Quran (QS. 48:28); mereka termasuk orang-orang yang telah mendapat predikat ridwanullah 'alaihim ajama'in/ telah diridhoi oleh Allah Ta'ala (QS. 9:100/48:18-19); secara umum merekalah orang-orang yang akan masuk surga lebih dahulu dan diantara mereka ada 10 orang yang dijamin sebagai ahli surga (QS. 56:10-14) dan lain-lain ayat yang begitu banyak menggambarkan tentang sifat dan kedudukan sahabat.

Rasulullah SAW pun telah bersabda tentang kedudukan para sahabat, yang artinya : Sebaik-baiknya manusia adalah pada abadku, kemudian abad sesudahnya kemudian abad sesudah itu." (HR. Al Bukhari, Muslim, Ahmad, At Tirmidzi, dll)

Sikap bagi generasi setelah sahabat
Sebagai generasi yang sanggup mawas diri (siapa saya dan siapa sahabat), maka layak kiranya kita perhatikan firman Allah Ta'ala berikut ini, yang artinya: 
"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (sesudah muhajirin dan Anshar), mereka berdoa, "Ya Robb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau menbiarkan kedengkian di dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (QS. 59:10).
Di samping selalu berdoa seperti digambarkan ayat di atas, maka kita seharusnya berusaha dengan sepenuh daya yang ada untuk menempuh cara/manjad/jalan/metodologi yang telah ditempuh sahabat di dalam beragama dan inulah hakikat mencintai mereka. Jika tidak demikian berarti kita akan tergolong ke dalam lingkaran ahlul bidah wal furqah, lawan dari ahlus  sunnah wal jama'ah. Mari kita perhatikan firman Allah Ta'ala, artinya :
 "Dan barang siapa menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalanya orang-orang beriman (mu'min). Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu (Allah biarkan mereka bergelimang dalam kesesatan) dan Kami masukan ke dalam Jahannam dan jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali"(QS. 4:115).
Ancaman ini ditujukan kepada siapa saja yang berani menentang Rasul yakni menyelisihi sunnah beliau dan mengikuti jalan bukan jalanya orang-orang mu'min. Sabilul mu'min pada ayat ini tafsirnya adalah jalanya para sahabat, sebagaimana penafsiran Syaikhul Islam Ibnu Tamiyah dalam mouqoddimah kitab Naqdul Mantiq dan lain-lain.

Ketika turun ayat 115 surah An Nisa ini, tidak ada orang mu'min yang lain di permukaan bumi ini selain para sahabat, kemudian orang-orang mu'min sesudah mereka dapat masuk ke dalam ayat yang mulia ini dengan syarat mereka mengikuti jalanyaorang-ora g mu'min yang pertama daru kalangan para sahabat.
Ibnul jauzi (wafat : 597 H), dalam kitab Talbis Iblis, halaman 15, menukil laporan Ibnu Umar, Rasulullah saw bersabda, artinya : "sungguh benar-benar pasti akan terjadi pada umatku sebagaimana apa apa yang telah datang kepada bani israil seperti sepasang sandal. Sampai-sampai jika di kalangan bani israil ada yang mezinai ibunya dengan terang-terangan, tentu akan ada yang berbuat demikian di kalangan umatku. Sesungguhnya bani israil telah terpecah menjadi 73 golongan. Semuanya di neraka kecuali golongan yang satu. Para sahabat bertanya, "siapakah dia wahai Rasulullah? " Beliau menjawab, "Golongan yang aku dan para sahabatku ada diatasnya." (Riwayat At Titmidzi)

Lalu beliau juga menukil laporan Muawiyah bin Abi Sufyan, bahwa dia berdiri untuk berkutbah, lalu berkata, "Sesungguhnya rasulullah saw telah berdiri ditempat kami berdiri ini. Lalu beliau bersabda, artinya : " Ketahuilah! Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian dari kalangan Ahli Kitab telah terpecah menjadi 72 golongan. Dan sesungguhnya umatku akan segera terpecah menjadi 73 golongan. 72 di neraka dan yang satu di surga. Dan dia adalah al jamaah. Sesungguhnya akan muncul dikalangan umatku beberapa kaum yang dibelit oleh bidah-bidah seperti penyakit gila bila telah menyerang) mangsa-mangsanya." (Riwayat Abu Dawud).
Selain Ibnul Jauzi, masih banyak ulama lain yang menukil hadits tentang ini yang dikenal dengan hadits iftiroq dalam kitab mereka masing-masing. Hadits mutawatir atau sekurang-kurangnya hadits masyur inu adalah shahih.
Al -'Alamah Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat, yang artinya : " maka ikutilah jalan itu dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan lainya." (QS. 6:153)", menyatakan, sesungguhnya jalan Allah disebut dengan kata tunggal (mufrad) tidak lain dan tidak bukan hanyalah karena Al Haq iti hanya satu. Karena itulah jalan-jalan syetan disebut dengan bentuk jamak (as-subul) adalah karena bermacam-macam. Sebagaimana firman Allah ..(lalu beliau menukil surat Al Baqarah ayat 257). Lihat Tafsir ibnu katsir jilid II, hal 256.
Dan yang dimaksud al jama' ah adalah jama'ah para sahabat dan orang-orang yang mengikuti manhaj sahabat. Lafadz Al Jamaah disebut dengan bentuk tunggal (mufrad) karena tidak ada jamaah-jamaah (dengan bentuk jamak, al jama'aat, yaitu jamaah para sahabat, berikut orang-orang yang mengikutinya.
Oleh karena itu, rasulullah saw dalam kuliah subuh yang menurut para sahabat dianggap sebagai kuliah perpisahan memberikan wasiat penting kepada umat islam yakni apabila mendapati perpecahan, agar berpegang teguh debgan sunnah beliau dan sunnahnya para sahabat. Beliau bersabda, artinya: "Maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah khulafa ar rasyidin al mahdliyyin. Gigitlah sunah tersebut dengan geraham kalian. Waspadalah kalian terhadap perkara-perkara baru yang diada-adakan, maka sesungguhnya tiap-tiap bidah adalah sesat." (Riwayat Abu Dawud fan At Tirmidzi.Beliau berkata, hadits hasan sahih"). Ini adalah penggalan dari hadits yang lebih panjang dan dikenal sebagai hadits Al Irbadl bin Syariyah.
Wasiat untuk berpegang teguh dengan sunnah nabi dan sunnah para sahabat ketika mrrebaknya berbagai perselisihan, benar-benar wasiat yang penting. Karena menang itulah satu-satunya jalan keselamatan. Siapa yang mengabaikannya,tentu akan celaka.

Larangan membenci/mencaci sahabat
Sifat dan kedudukan sahabat yang mulia seperti digambarkan di dalam firman Allah ta'ala dan sabda Rasulullah saw di atas, menbuat kita paham dan menyadari bahwa tidak layak bagi kita mengaku muslim, justru bersikap menentang Allah Ta'ala dan RasulNya yakni tidak mendoakan para sahabat; membiarkan hati berpenyakit/atau dengki; tidak mengikuti nanhaj para sahabat didalam beragama; bahkan membenci dan mencaci sahabat (kita berlindung kepada Allah Ta'ala atas perilaku setan tersebut). Hal itu semua (bersikap negatif terhadap sahabat) adalah terlarang, sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah saw, artinya: "Janganlah kalian mencaci sahabatku. Demi Allah yang jiwaku berada di Tangan Nya, kalau sekiranya seseorang dari kalian meenginfakan emas sebesar gunung uhud, (hal itu) tidak akan menyamai infak satu atau setengah mud dari salah seorang mereka. " (Mutaffaq'alaih)
Larangan membenci sahabat telah jelas, kita layak mematuhinya, kecuali bagi mereka yang memiliki penyakit hati yang sulit diobati, dan menbuat pelakunya melesat lepas dari islam, seperti golongan Rafidhah/syi'ah.
Wallahu A'lam bishawab.

(Sumber : An Nur)

Nikmatnya mendidik anak


Ketika itu nabi Zakariya berdoa kepada Tuhan-Nya, wahai Tuhanku! Karuniakan lah kepadaku dan sisi-Mu dzuriat keturunan yang baik, sesungguhnya Engkau senantiasa Mendengar (menerima) doa permohonan." (QS. Ali Imron : 38)

Anak memiliki posisi istimewa dalam islam. Selain sebagai cahaya maka keluarga, anak juga merupakan pelestari pahala bagi kedua orang tuanya. Bagi sebuah keluarga, anak adalah penerus nasab (garis keturunan). Rasulullah saw. Bersabda : "Bilamana manusia telah meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali 3 hal: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang bermanfaat, (3) anak shalih yang mendoakanya" (HR. Al Bukhari, Muslim, Abu Dawud).

Anak shalih akan senantiasa mengalirkan pahala bagi kedua orang tuanya sekalipun keduanya telah wafat. Dengan demikian, selayaknya orang tua muslim memperhatikan pendidikan anak-anaknya agar menjadi shalih dan shalihah. Kesadaran akan pentingnya mendidik anak shalih akan termotivasi setiap orang tua muslim untuk memperhatikan pembinaan anak-anaknya agar menjadi pribadi-pribadi yang mulia. Jangan sampai anak keturunanya tergelincir ke jurang neraka akibat ketidak fahaman terhadap islam dan hukum-hukumnya.
Perhatian terhadap pendidikan yang menghasilkan iman dan taqwa yang kuat akan menjadi perhatian bagi setiap keluarga muslim. Allah SWT berfirman :
"Wahai orang-orang beriman jagalah diri kalian beserta keluarga kalian dari siksa api neraka" (QS. At Tahrim : 6).
Bagi bangsa dan negara, anak adalah generasi penerus masa depan. Anak pada masa depan adalah aset sumber daya manusia yang sangat berharga serta menentukan jatuh bangunnya sebuah bangsa. Anak juga menjadi pewaris generasi yang akan datang. Perhatian terhadap pentingnya kelanjutan generasi yang akan datang tergambar dalam Al Quran :
"Mereka berdoa" Ya Tuhan kami, anugerahkan kepada kami istri-istri dan anak-anak yang menggembirakan hati kami, dan jadikanlah kami sebagai pemimpin orang-orang yang bertaqwa"(QS. Al-Furqan : 74).
Perhatian islam terhadap anak menunjukan pentingnya posisi anak dalam ketahanan masyarakat dan negara. Generasi yang memiliki keimanan dan ketaqwaan yang tinggi terhadap Allah SWT akan mengisi setiap ruang kehidupan umat islam dan menjadi rahmat bagi seluruh alam. Harus mampu berupaya mengembangkan sistem pembelajaran yg menumbuhkan semua potensi anak, baik potensi ruhiyah, ketaqwaan kepada Allah SWT, pola pikir islami, kemandirian, ilmu pengetahuaan, dan ketrampilan hidup. Semua itu merupakan program pembentukan karakter islami untuk mencapai kompetensi sukses di dunia akherat.
Sebuah tragedi memilukan dan susah untuk dipahami, seorang anak kecil tewas terbunuh oleh orang tuanya sendiri, lantaran orang tua gregetan atas tangisan sang anak yang tidak segera berhenti. Sang ayah pun "menperlihatkan" kekuatanya, sehingga darah dagingnya tersebut menghembuskan nafas terakhir, ditangan orang tuanya sendiri. Kisah memilukan semacam ini bukan imajinatif, tetapi pernah terjadi. Sebuah tindak kekerasan orang tua di lingkungan keluarga. Yang semua terjadi karena sikap emosi dan ketidak sabaran. Padahal, tubuh mungil itu seharusnya mendapatkan belaian kasih sayang. Karena kewajiban bagi orang tua untuk memberikan bimbingan bagi anak, sebagai implementasi amanah yang dibebankan kepada orang tua. Meski saat menghadapi sang anak, tak mustahil orang tua merasa kewalahan karena perilaku yang tidak menyenangkan dari si anak. Begitulah, anak yang merupakan amanah, tetapi juga bisa menjadi sumber cobaan.

Kasih sayang merupakan prinsip islam
Sifat rahmat dalam agama kita cakupanya meliputi dunia dan akherat, manusia, hewan, bangsa burung dan lingkungan. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman yang artinya
"Dan rahmatku meliputi segala sesuatu" (QS. Al Araf : 156).
Dalam ayat diatas Allah menyifati diri Nya dengan sifat rahmat. Allah SWT berfirman yang artinya  
"Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam". (QS. Al Anbiya : 107). 
Kata al 'amin dalam ayat di atas bersifat umum, menyangkut manusia, jin, hewan, burung, binatang-binatang penghuni daratan maupun lautan. Allah menerintahkan (kaum muslimin) bersikap kasih sayang dalam segala hal dan tindakan. Semakin lemah seorang makhluk (manusia), maka curahan kasih sayang padanya mesti lebih besar, dan kelembutan kepadanya lebih dituntut lagi. Oleh karena itu, Allah SWT melarang menghardik anak yatim dan berbuat jahat kepadanya. Allah SWT berfirman yang artinya :  
"Dan adapun terhadap anak yatim, maka jangalah engkau bertindak sewenang-wenang." 
(QS. Adh Dhuha : 9).
Siapapun menyukai kelembutan dan sikap simpatik. Hal ini sudah menjadi tabiat manusia, mereka lebih menyenangi sosok-sosok yang penampilanya sejuk tidak angker. Cerminan implementasi kasih sayang ini telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW, beliau memperingatkan orang yang tidak mempunyai kasih sayang pada anak-anaknya.

Bukan kekerasan, tetapi lemah lembut
Ditengah keluarga, anak-anak juga mempunyai hak layaknya anggota keluarga lainya. Terutama hak untuk meraih hangatnya kasih sayang dari orang tua ataupun penghuni rumah yang lain. Anak-anak merupakan bagian dari keluarga yang mendapatkan perhatian dan kasih sayang penuh, supaya pertumbuhan jasmani dan psikisnya baik. Semakin lemah seorang makhluk (manusia), maka curahan kasih dan sayang, sikap lemah lembut kepadanya, semestinya lebih besar. Nabi SAW memerintahkan untuk mencurahkan perhatian ekstra terhadap anak-anak, wanita, dan orang tua renta,& atau orang yang belum tahu (jahil).

Sebagai contoh, Nabi Muhammad SAW tidak mencaci orang badui yang kencing di masjid, juga tidak memukulnya. Sebab orang tersebut belum mengetahui hukum dan kondisi. Oleh karena itu. Beliau SAW tidak bersikap kasar kepadanya justru melarang sebagian sahabat yang berniat untuk menghentikan polahnya yang tidak terpuji di masjid. Itulah karakter yang mendominasi pribadi Nabi SAW, menjadi uswah (teladan) bagi seorang guru, pendidik ataupun orang tua. Sifat kelembutan dan kasih sayang menjadi simbol, apalagi kepada anak-anak. Allah SWT berfirman : 
" Dan sesungguhnya pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik pada kalian, (yaitu) orang yang mengharapkan pertemuan dengan Allah dan mengingat Allah dengan banyak". 
(QS. Al Ahzab : 21).
Apabila rasa cinta, kasih sayang orang tua (dan pendidik) kurang tercurahkan pada diri anak-anak. Tidak mustahil sang anak akan tumbuh sebagai pribadi yang berperilaku yang negatif ditengah konunitasnya. Misalnya tidak pandai berinteraksi dengan orang luar, kurang memiliki kepercayaan diri, kurang memiliki kepekaan sosial, tidak mau menumbuhkan semangat gotong royong dan pengorbanan. Kelak, kadang-kadang tidak bisa menjadi seorang ayah yang penyayang atau pasangan yang baik interaksinya, juga tidak bisa berperan sebagai tetangga yang enggan mengganggu tetangganya dan efek negatif lainya. Sebab itu, merupakan kewajiban bagi orang tua untuk memenuhi kebutuhan cinta dan kasih kepada anak-anaknya.

Kezaliman akan mendapat balasan
Islam menberlakukan juga cara mendidik anak dengan sanksi (iqab). Namun bentuk-bentuk sanksi itu merupakan pilihan terakhir, dan harus sesuai dengan rambu-rambu yang telah digariskan islam. Orang tua (setiap muslim) tidak boleh bertindak aniaya kepada siapa saja, apalagi menjadikan anak-anak sebagai pelampiasan kemarahan, kompensasi dari stress ataupun kejengkelan yang sedang menyelimuti kepala orang tua. Menghukum orang dewasa yang tidak bersalah saja dilarang keras oleh islam, apalagi menghukum anak-anak yang masih kecil yang tidak berdosa dan tidak salah.

Tindakan semena-mena yang dilakukan oleh oknum orang tua,ibu, atau ayah, baik yang bersifat fisik, emosi atau psikis, tetap saja termasuk dalam kategori kezaliman yang akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat. Allah SWT berfirman yang artinya : 
"Maka, Demi Rabb-mu, Kami pasti akan menanyai mereka semua".(QS. Al Hijr : 92).
Rasulullah saw menyatakan dalam hadits hasan riwayat an Nasai : "Sesungguhnya Allah akan menanyakan setiap penggembala (setiap orang yang diamanahi dengan tanggung jawab) tentang apa yang menjadi tanggung jawabnya, apakah ia memeliharanya atau menyia-nyiakan?".

Efek negatif kekerasan pada anak dalam rumah tangga
Orang tua yang sukses dalam mendidik anak harus menjauhi cara-cara hukuman fisik. Impian setiap pasanagan adalah anak-anak mereka tumbuh dan berkembang secara optimal, agar kelak menjadi manusia yang memiliki kepribadian matang. Kekerasan, disamping merupakan tindakan sia-sia, hal itu juga berbahaya bagi pelaku dan objeknya. Metode mendidik dengan tindakan fisik, seperti menampar, mencubit atau memukul tidak efektif memberikan penyadaran. Justru sangat mungkin akan menimbulkan luka batin, trauma, serta mengganggu pertumbuhan kepribadian anak. Dia akan menjadi pendiam dan menyimpan kebencian karena karakternya sudah hancur oleh penghinaan dan ejekan. Atau sebaliknya, sang anak menjadi hiperaktif atau dia justru mengalami depresi. Sangat mungkin pula terjadi, anak menjadi dendam saat beranjak dewasa nanti atas perlakuan orang tuanya yang menyakitkan. Bahkan kemungkinan juga terjadi cacat fisik atau kematian. Pada saat itulah akan muncul penyesalan, namun nasi sudah menjadi bubur. Oleh karena itu untuk menjadi perhatian kita, bahwa berinteraksi dengan anak kecil harus dilandasi dengan sifat kasih sayang dan cinta, kekerasan hanya akan menimbulkan efek yang negatif bagi anak. Selain itu telah jelas bahwa islam melindungi hak-hak anak-anak dan setiap apa yang kita lakukan, termasuk kezaliman, maka perbuatan seperti ini akan mendapat balasan. Na'udubillahi min dzalik. (Sumber : Risalah Jumat)

Adab dalam bersedekah


"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebulir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui". (QS. Al Baqarah : 261)

Sedekah mungkin telah menjadi kebiasaan dan rutinitas kita semua. Apalagi saat ini banyak yang "mengkampanyekan" sedekah sebagai salah satu tips short cut yang syari untuk memancing rizki bertambah lebih banyak. Semua berlomba-lomba bersedekah dengan penuh harapan ada timbal balik yang jauh lebih banyak dari yang dikeluarkan. Pemahaman keyakinan ini tentulah bukan hal yang salah, karena salah satu motivasi Al Quran sendiri menyatakan dengan jelas, seperti diatas.

Tentulah dalam bersedekah, yang harus dijaga bukan hanya semangat dan motivasi semacam itu saja, namun kita harus menjalankan serangkaian adab lebih ihsan dalam bersedekah. Ajaran ihsan dalam segala kebaikan termasuk sedekah inilah yang ditekankan rasulullah SAW dalam hadits: " Sesungguhnya Allah SWT mewajibkan ihsan atas segala sesuatunya". (HR. Muslim)
Ihsan dalam bersedekah bisa kita penuhi dengan menjalankan adab, sebagai berikut :

Pertama, Niat yang ikhlas dan memahami hakikat sedekah
Kunci setiap amal tentu tergantung dengan niatnya. Jangan sampai sedekah menjadi alat mencari popularitas dan simpati dari masyarakat, karena bisa berarti hanya itu yang akan didapatkan tapi nol dalam catatan akhirat. Allah SWT telah mengingatkan hal ini dalam Al Quran :
"Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasanya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Hud : 15-16).
Untuk menjaga keikhlasan dalam niat sedekah kita maka akan lebih mudah ketika kita bisa menghayati dan menahami hakikat sedekah. Sedekah sesungguhnya adalah bentuk rasa syukur kita terhadap rejeki dan nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Yang dengan rasa syukur itu justru nikmat itu akan terus bertambah. Kita juga harus memahami bahwa sedekah juga akan menghilangkan kesombongan dalam diri kita, merasa bahwa setiap harta yang kita hasilkan adalah hasil jerih payah dan kecerdasan kita pribadi. Sedekah juga menghilangkankan sifat-sifat bakhlil dalam diri kita, serta menumbuhkan kepedulian dan rasa kasih sayang kepada sesama. Dengan menahami ini semua, perasaan dan niat kita dalam bersedekah akan lebih teruji dan tertata.

Kedua, menganggap kecil sedekah yang kita keluarkan
Sebagian orang merasa telah banyak mengeluarkan harta dan bersedekah untuk orang lain. Bahkan terkadang ini membuatnya bersikap baik pada mereka yang meminta sedekah kepadanya. Yang memprihatinkan dalam hal ini adalah ketika seseorang senantiasa menyebut apa-apa ya g telah ia sedekahkan, yang mau tidak mau menunjukan sifat riya yang bisa menghapuskan amal tersebut. Allah SWT telah mengingatkan : 
 "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima)" (QS. Al Baqarah : 264). 
Semestinya yang perlu dilakukan adalah menganggap enteng bahkan melupakan apa yang telah kita sedekahkan juka perlu. Rasanya wajar kita berterima kasih kepada mereka yang mau berterimakasih kepada mereka yang mau menerima sedekah kita. Karena itu pertanda mereka meyakini sepenuhnya kehalalan dan kesucian harta.

Ketiga, tidak ragu-ragu dan menunda-nunda
Allah SWT memotivasi kita untuk bersegera dan berlomba dalam amal kebaikan, tanpa ragu, malu, apalagi menunda-nunda. Kita di ingatkan melalui firnan Nya dalam Al Quran : 
"dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa"(QS. Al Baqarah : 133).
 Dalam kebaikan secara umum kita dianjurkan untuk bersegera dan berlomba begitu pula debgan bersedekah. Apalagi konteks sedekah adalah berhubungan dengan orang lain, karenanya semakin cepat kita menyegerakan sedekah kita, akan semakin bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan. Adapun sikap menunda-nunda sedekah dengan menunculkan banyak alasan, sungguh akan melahirkan sifat bakhil dalam diri kita. Padahal jauh-jauh hari Rasulullah SAW telah menberikan garansi tentang keutuhan harta kita pasca sedekah, beliau bersabda dalam haditsnya: "tidak akan berkurang harta seorang hamba karena disedekahkan". (HR. Tirmidzi)

Keempat, menutup-nutupi dan merahasiakan sedekah kita
Sedekah menang bisa dilakukan dengan terbuka maupun sembunyi-sembunyi. Namun hati manusia yang lemah akan lebih mudah tergoda untuk riya saat sedekah dilakukan terang-terangan, apalagi jika dengan publikasi besar-besaran. Potensi hati yang lemah dam cenderug riya ini telah di ingatkan dalam Al Quran, yang menganjurkan sedekah dengan tertutup jika memungkinkan karena akan lebih menjaga hati dari kesombongan dan rasa riya. Allah berfirman dengan gamblang : 
"Jika kamu menampakan sedekahmu, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikanya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu". (QS. Al Baqarah : 271) 
Selain ayat di atas, dalam riwayat imam Muslim juga kita mendengar bahwa Rasulullah SAW menyebutkan tujuh golongan yang akan mendapat naungan dan perlindungan dari Allah SWT di hari kiamat nanti. Salah satu dari tujuh golongan tersebut adalah seseorang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi bahkan hingga digambarkan dengan tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dikeluarkan dengan tangan kananny. Gambaran kemuliaan diatas cukuplah memberikan motivasi bagi kita untuk berusaha menjaga sedekah kita agar tidak terlalu menonjol dan diketahui banyak orang.  Tentu saja hal inu bukan berarti larangan bersedekah dengan cara terang-terangan, karena terkadang hal tersebut justru bisa menotivasi yang lainya untuk berbondong-bondong mengikuti kebaikan tersebut. Adapun hikmah yang terkandung dalam sedekah yang tersembunyi setidaknya ada dua yaitu akan menjaga hati kitadari penyakit riya dan menjaga kemuliaan dan harga diri mereka yang menerima sedekah kita.

Kelima, bersedekah dengan menberikan yang halal dan terbaik
Hal yang pertama kita pastikan dalam bersedekah adalah menjaga kehalalan sumber harta kita. Sedekah tidak sekali-kali mampu membersihkan harta yang sejak awal kotor atau haram dan lebih lebih jauh lagi hal tersebut justru akan menjauhkan kita dari keridhaan ilahi. Rasulullah SAW bersabda : " Tidak akan diterima shalat tanpa thaharah (bersuci) dan tidak akan diterima pula sedekah dari harta curian (ghulul)". (HR. Muslim). Maka pastikan seluruh pendapatan dan harta yang kita terima adalah yang halal dan berkah dari situlah kita akan bersedekah. Setelah mencari dari sumber yang halal, adab selanjutnya yang senantiasa harus diperhatikan adalah memilih yang terbaik dari apa yang akan kita sedekahkan. Jika itu makanan maka berarti bukan jenis makanan yang tidak kita suka atau pakaian yang barangkali sudah kekecilan bagi kita. Namun yang terjadi semestinya adalah sebaliknya kita harus memberikan yang terbaik bahkan jika menungkinkan termasuk hal yang kita sukai. Dua ayat berikut ini semestinya memotivasi kita untuk mengoptimalkan pilihan harta sedekah kita:
"Dan janganlah kamu memilih yang buruk -buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya"
 (QS. Al Baqarah : 267)
Dan dalam surat Ali Imran ayat 92 :
"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan yang sempurna sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahui"(QS. Ali Imran : 92). 
Meskipun kita dituntut untuk bersedekah dengan yang terbaik yang kita mampu, bukan berarti bahwa sedekah kita harus selalu baku dalam jumlah besar dan kualitas hebat misalnya. Namun perlu rasanya meyakinkan diri untuk mencoba senantiasa bersedekah dan tidak harus berjumlah besar karena tisak setiap waktu bisa diwujudkannya. Rasulullah SAW bersabda : " Bersedekahlah walaupun dengan sebutir kurma, karena hal itu dapat menutupi dari kelaparan dan dapat menadamkan kesalahan sebagaimana air menadamkan api". (HR. Ibnul Mubarok dari Ikrimah). Semoga Allah memudahkan.

(Sumber : Risalah jumat)

4 Makanan atau Minuman Pengganti Kopi

4 Makanan atau Minuman Pengganti Kopi - Sahabat-sahabat pasti sudah tahu dong dengan kopi. Kopi yaitu sejenis minuman hasil proses pengolahan dan ekstrasi biji tanamn kopi itu sendiri. Kata kopi sendiri awalnya berasal dari bahasa salah satu negara bagian timur tengah yaitu berasal dari Bahasa Arab yaitu Qahwah yang berarti kekuatan.

Minuman kopi ini biasanya banyak disukai oleh orang khususnya orang dewasa, karena menjadi salah satu minuman yang dapat meningkatkan semangat, penambah energi, dan bisa membuat melek mata kita. Bahkan ada sebagian orang sangat bergantung pada minuman kopi, mengapa demikian? karena minuman kopi ini dapat membantu agar otak tetap konsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaan walaupun waktunya sudah larut malam.

kopi, makanan, minuman pengganti kopi, jenis kopi, macam-macam kopi, kopi segar, kopi hangat
Kopi Cinta
Tetapi, perlu sahabat-sahabat ketahui bahwa terlalu banyak mengkonsumsi minuman kopi juga sangat tidak baik untuk kesehatan tubuh kita. Nah, apabila memang pengaruh atau efek energi dari minum kopi yang sahabat butuhkan, ane sarankan sahabat cukup minum kopi satu kali sehari jangan lebih serta makan makanan lainnya sebagai penyeimbang kopi. Berikut 4 makanan atau minuman pengganti kopi.

4 makanan atau minuman sebagai pengganti kopi


Buah Apel

Kita semua tahu bahwa buah apel merupakan buah yang banyak mengandung vitamin A dan bisa membantu meningktakan kesehatan tubuh kita, karena buah apel ini mengandung fruktosa, yaitu salah satu jenis gula alami yang dapat membuat tubuh kita menjadi lebih segar dan fresh.

Fruktosa yang di kandung di dalam buah apel secara perlahan akan di bakar oleh tubuh, sehingga rasa lapar tidak begitu cepat. Selain itu juga, buah apel mengandung karbohidrat sebgai salah satu sumber energi dan juga mengandung serat yang dapat memperlancar saluran pencernan kita.

Cokelat

Cokelat ini baik dijadikan sebagai permen atau minuman, cokelat akan tetap menghadirkan energi yang di kandung di dalamnya. Sama halnya dengan buah apel yaitu energi perlahan di bakar di dalam tubuh sehingga akan memeberikan energi yang lama.

Banyak kandungan nutrisi penting di dalam cokelat, salah satu nutrisi penting tersbut adalah vitamin B12  yang sangat berguna memperlancar pencernaan dan mampu meningkatkan pertumbuhan serta fungsi otak.

Garam

Aroma garam sebenarnya juga bisa membantu sahabt-sahabat untuk tetap fresh dan melek terus lho. Tapi jangan di makan ya, cukup hanya mencium aromanya saja. Dan cara ini biasanya digunakan oleh petugas keamanan untuk membangunkan orang mabuk karena alkohol.

Namun, harap berhati-hati ketika menghirup karena garam bisa menyebabkan kita tersendak.

Aroma Makanan

Sebenarnya, mencium aroma makanan juga cukup untuk membantu sahabat-sahabat tetap bugar dan bersemangat. Namun, efeknya adalah akan membuat kita menjadi pengen makan apabila tidak mampu mengontrol rasa lapar itu.

Itulah 4 makanan atau minuman pengganti kopi dari ane. Sebenarnya, sahabat tak perlu mengandalkan minum kopi setiap saat, karena dengan sahabat makan makanan dan minum minuman yang di atas juga bisa tetap segar dan terus bersemangat. Terima kasih

Resep Minuman Es Merah Putih Campur Nangka

Resep Minuman Es Merah Putih Campur Nangka - Melihat cuaca akhir-akhir ini yang sangat begitu panas, dan matahari begitu menyengat di wajah, tentunya mengakibatkan badan kita mengalami kekurangan cairan tubuh. Dan rasanya tubuh ini terasa kering selalu ingin minum. Oleh karena itu, selain harus mengetahui tips-tips membuat minuman es jus yang segar juga agar minuman yang kita minum lebih bernutrisi dan lebih banyak mengandung vitamin, tentunya kita harus minum minuman yang di campur dengan susu dan berbagai macam buah.

resep minuman segar, es merah putih, es nangka, minuman segar, minuman untuk acara syukuran, cara mudah membuat minuman segarBerikut ane kasih resep minuman yang mengandung nutrisi dan vitamin. Ditambah lagi rasanya yang enak serta es yang begitu dingin, cocok untuk di minum di saat cuaca yang panas seperti saat sekarang ini. Selain cara membuatnya yang mudah, minuman ini juga sahabat buat untuk acara-acara syukuran, seperti acara arisan ibu-ibu, syukuran aqiqoh, sykuran akad nikah, sykuran khitanan, atau cuma sekedar kumpul-kumpul dengan keluarga, sahabat, saudara juga bisa.

 

 

Berikut Resep Minuman Es Merah Putih Campur Nangka

Bahan-bahan :
  • 10 ml susu kental manis putih
  • 50 ml sirup cocopandan
  • Kelapa muda secukupnya
  • Nangka yang sudah di kelupas dari bijinya
Cara Membuat Es Merah Putih :
  1. Buat sirup cocopandan, kemudian bekukan dalam freezer. Keluarkan dari freezer, lalu hancurkan es batu sirup cocopandan dengan mixer atau garpu sampai lebut seperti es krim. Setelah itu, masukkan dalam cetakan es batu lagi, tunggu hingga beku.
  2. Es batu yang sudah beku tadi kemudian dihancurkan kembali dengan mixer atau garpu di ulang sampai dua kali.
  3. Setelah es sirup cocopandan sudah menjadi lembut, tuang dalam gelas saji, beri potongan kelapa muda dan buah nangka, dan yang terakhir tuangkan susu kental manis putih di atasnya. Dan Minuman es merah putih campur nangka siap di sajikan.
Bagaimana? sangat mudah bukan cara membuat minuman es merah putih campur nangka ala Kang Hamzah, semoga sahabat-sahabat bisa di praktekin di rumah ya. Bahan-bahan di atas hanya untuk satu porsi, untuk bisa membuat yang banyak tinggal sahabat tambah saja ukuran bahan-bahannya. Dan sedikit tips dari ane, untuk buah bisa di ganti dengan apa saja tergantung keinginan sahabat-sahabat, yang penting untuk susu jangan di ganti ya. Terima kasih

Kisah Perempuan Penuh Dengan Kesabaran

Kisah Perempuan Penuh Dengan Kesabaran - Siapkan tisu untuk membaca kisah ini. Namanya adalah Aini. begitulah Nur biasa memanggilnya. Salah satu "adik" terbaik yang pernah Nur miliki, yang pernah nur temui dan alhamdulillah Allah telah mempertemukan mereka berdua.

Seharusnya 19 Nopember nanti ia genap menginjak usia 37 tahun. Beberapa tahun dengannya, banyak contoh yang bisa nur ambil dari adiknya itu. Sikap dewasa, sikap sabar, istiqomah, dan sikap pengabdian yang luar biasa dalam meretas jalan dakwahnya. Seorang pendakwah yang tangguh dan tak pernah menyerah. Sosok wanita yang tidak pernah mengeluh, memiliki semangat tinggi dan memiliki khusnuzon (prasangka baik) yang teramat tinggi kepada Allah. Dan dia adalah salah satu amanah nur (kakanya) terberat, ketika waktunya harus ia sudah memasuki sebuah jenjang ikatan dalam rumah tangga yaitu pernikahan.

Ketika beberapa temannya yang lain lebih muda darinya melenggang dengan mudahnya menuju jenjang pernikahan tersebut, namun Aini tidak, Allah taqdirkan ia harus terus meretas dalam kesabaran. Sudah beberapa kali nur berikhtiar membantu adiknya itu menemukan ikhwan yang shalih, tetapi ketika sudah memulai setengah perjalanan proses pernikahnya, Allah pun berkehendak lain. Namun aini, tidak pernah ada kata-kkata protes yang keluar dari lisannya sedikitpun, tidak juga ada keluh kesah, atau bahkan mempertanyakan kenapa sang ikhwan begitu "lemahnya" hingga tidak mampu menerjang berbagai macam penghalang? Atau ketika masalah suku, fisik, serta terlebih usia yang selalu menjadi kendala utama seorang ikhwan untuk mengundurkan diri, Aini pun tidak pernah mempertanyakan atau memprotesnya " kenapa ikhwan sekarang seperti ini?

Tidak ada gurat di wajah rasa sesal, kecewa, atau sedih, ataupun tutur katanya yang menunjukkan sesalnya. Kepasrahan dan keyakinan dalam hati terhadap kehendak Allah begitu indah terlukis dalam hatinya.

Hingga, akhirnya datanglah seorang ikhwan shalih yang baik akhlak serta ilmunya, datang dan berkenan untuk menjadikan aini seorang pendamping hidupnya. Tidak ada luapan rasa senang dan bahagia yang aini tampakkan selain ucapan singkat yang penuh makna, "Alhamdulillah.. jazakillah kakak sudah membantu... mohon doanya agar diridhai Allah".

kisah perempuan sholeha, cerita perempuan, contoh perempuan sholeha, wanita surga, perempuan sabarAlhamdulillah, dalam proses ta`aruf Allah mudahkan mereka, padahal usia ikhwan tersebut lebih muda dari usia aini. Namun, karena mereka berkomitmen pada sunnah Rasulullah untuk menyegerakan sebuah pernikahan, maka rencana mereka untuk melaksanakan akad nikah satu bulan kemudian, bertepatan dengan selesainya adik sang ikhwan itu menyelesaikan kuliah di negeri Mesir.

Namun, Allah Maha Berkehendak, Maha Sebaik-baik Pembuat keputusan.

Jelang dua minggu hari pernikahannya, sebuah kabar duka datang. Yaitu usai Aini mengisi sebuah pengajian, motor yang dikendarai aini terserempet sebuah mobil, dan menabrak sebuah kontainer didepannya. Aini yang sholihah pun harus meregang nyawa di ruang ICU. Selang dua hari setelah peristiwa itu, Rumah sakit yang menangani aini pun menyerah. Tidak sanggup untuk berbuat banyak karena melihat kondisinya yang begitu parah.

Hanya iringan dzikir disertai tangis yang berada disana. Semua keluarga Aini juga keluarga sang ikhwan pun sudah berkumpul. Mereka semua mencoba menata hati bersama untuk pasrah dan bersiap untuk menerima apapun ketentuan-Nya. Semua orang yang berada di situ hanya bisa berdoa agar Allah berikan yang terbaik dan terindah untuk aini. Hingga akhirnya, Allah mengijinkan Aini tersadar dan aini mulai menggerakkan jari-jemarinya. Allahu akbar... sebait harapan pun kembali mereka rajut supaya Allah berkenan memberikan kesembuhan kepada aini, walaupun harapan itu terus menipis karena melihat kondisi aini yang semakin melemah. Hingga kemudian, entah kenapa, sang ikhwan mengajukan satu permintaan kepada keluarga Aini yang membuat kaget semua orang yang ada diruangan itu.

"Ijinkan saya untuk membantunya menggenapkan setengah Agama ini. Jika Allah berkehendak memanggilnya, maka ia datang menghadap Robbnya dalam keadaan sudah melaksanakan sunnah Rosulullah..."

Dalam kedaaan yang sedang tidak karuan, akhirnya dua keluarga besar aini dan sang ikhwan itupun sepakat memenuhi permintaannya.

Ibu aini pun membisikkan rencana tersebut di telinga Aini. Dan baru kali itulah nur melihat air mata mengalir dari sepasang mata jernih aini.

Tepat pada pukul 16.00, dihadiri penghulu, orang tua dari dua pihak, serta beberapa sahabat aini dan dokter serta perawat rumah sakit. Proses pernikahan yang penuh tangis dan duka itu pun dilaksanakan. Tidak seperti pelaksanaan pernikahan biasa yang diiringi tangis kebahagiaan, maka pernikahan aini tersebut penuh dengan rasa yang sangat sulit digambarkan. Begitu khidmat, sepi namun penuh isak tangis kesedihan yang begitu dalam.

Dan tepat setelah ijab qobul itu terucap, kemudin sang ikhwan pun mencium kening Aini serta membacakan doa untuknya diatas kain perban putih yang sudah berganti warna menjadi merah menutupi hampir seluruh kepala Aini. Lirih, nur dan orang sekitar aini pun masih mendengar Aini berucap, "Tolong Ikhlaskan saya....".

Hanya beberapa menit. Ya, hanya beberapa menit setelah ijab qobul itu. Tangispun memecah ruangan itu, yang tadinya senyap menahan sesak dan air mata. Akhirnya Allah menjemput aini dalam keadaan tenang dan penuh senyum indah.

Allah maha rohman rohim telah menjemput seorang bidadari. Sungguh indah karunia dan janji yang telah Allah berikan pada aini. Aini memang hanya pantas untuk para mujahid-Nya di Jannah al firdausi.

Dan sang ikhwan pun melepas dengan penuh sukacita, "Saya telah menikahi seorang bidadari. Nikmat mana lagi yang saya dustakan....". Begitulah sang ikhwan shalih itu mengutip dari ayat Ar Rahman-Nya.

"Selamat jalan aini selamat jalan adikku sayang." Begitulah sang kakak nur berkata dalam hatinya. "Engkau memang bidadari surga yang Allah tidak berkenan seorang ikhwan pun di dunia ini yang mampu mendampingi kehidupanmu kecuali ikhwan sholih yang bersungguh-sungguh di jalan dakwah dengan ikhlas, sabar, tawadhu dan siap berjihad dijalan ilahi robbi dan kelak saat menutup mata nanti sebagai seorang syuhada."

Itulah kisah seorang perempuan yang penuh dengan kesabaran dari ane. Selamat jalan Aini. Semoga Allah memberi tempat terindah dan terbaik di surga Allah, dan semoga Allah kumpulkan kita kelak didalam surga bersama dengan orang-orang yang sholih dan sholihah. Amin

Resep Cara Membuat Kue Lebaran Biji Ketapang Yang Enak dan Renyah

Resep Cara Membuat Kue Lebaran Biji Ketapang Yang Enak dan Renyah | Blog Kang Hamzah - Hari raya idul fitri dan idul adha merupakan suatu hari dimana orang sedunia merayakannya dan orang-orang di seluruh negara merasakan kebahagiaan di hari raya itu. Mereka saling bersalam-salaman dan bersilaturahim ke tetangga, sanak saudara, dan temen-temen.

Namun tidak afdol jika di meja tamu tidak ada makanan atau kue untuk di makan oleh tamu yang datang. Ada banyak makanan atau kue lebaran yang di sajikan oleh pemilik rumah mulai dari bentuk, rasa, dan jenisnya. Salah satunya adalah Kue biji ketapang.

Resep, cara membuat, kue lebaran, kue biji ketapang, kue ketapang enak, renyah
Kue Biji Ketapang Enak dan Renyah
Kue Lebaran yang satu ini merupakan salah satu kue kering yang berasal dari orang-orang betawi. Mengapa dikatakan kue biji ketapang? Ini dikarenakan bentuk kue itu sendiri mirip biji ketapang. Kue biji ketapang ini biasanya menjadi salah satu kue yang khas saat lebaran.

Kue ini ada yang bilang keras, namun menurut ane yang sudah pernah membuat, tidak seperti kebanyakan orang  bilang keras namun renyah dan manis. Bagi shobat yang ingin mengetahui cara membuat kue lebaran biji ketapang yang enak dan renyah ini, ane kasih resepnya sebagai berikut.

Resep cara membuat kue biji ketapang

Bahan-bahan :
  • 500 gr tepung terigu
  • 200 gr margarin
  • 100 gr gula pasir
  • 2 butir telur
  • 50 ml air putih
  • 200 ml kelapa yang sudah di parut, dan sangrai
  • Minyak goreng secukupnya untuk menggoreng

Cara Membuat Kue Biji Ketapang :

  1. Campur semua bahan yang telah disediakan sampai rata sehingga menjadi adonan yang bisa kita pulung.
  2. Bentuklah adonan yang tadi menjadi bentuk bulat memanjang, kemudian gunting adonan setebal 2 - 2,5 cm.
  3. Taburi adonan yang sudah di bentuk kecil-kecil tadi dengan tepung terigu agar tidak melekat satu dengan yang lainnya.
  4. Goreng dalam minyak yang panas sampai matang dan adonan berwarna kecoklatan.
  5. Selesai. Tiriskan dan selamat mencoba
Tips : Untuk menjaga agar kue tetap renyah simpan ke dalam toples dan tutup rapat. Dan jika shobat tidak membuat atau malas membuat sangrai kelapa sendiri, bisa membeli sangrai kelapa atau kelapa parut kering di toko bahan-bahan kue.

Itulah Resep Cara Membuat Kue Lebaran Biji Ketapang Yang Enak dan Renyah dari ane shobt. Alhamdulillah untuk hari lebaran nanti kita tidak bingung untuk membuat kue lebaran, kita bisa membuat kue ini. Terima kasih semoga bermanfaat shobt.