Showing posts with label Kisah Penuh Inspiratif. Show all posts
Showing posts with label Kisah Penuh Inspiratif. Show all posts

Ini Dia Amalan Yang Dicintai Dan Disukai Oleh Allah SWT


Ini Dia Amalan Yang Dicintai Dan Disukai Oleh Allah SWT | Blog Kang Hamzah - Suatu kali Rasulullah duduk dengan para sahabat. Beliau kemudian bersabda  : �Akan datang kepada kalian seorang lelaki penghuni surga�. Kemudian muncul lelaki, janggutnya masih basah oleh air wudhu, sementara tangannya menjinjing sandal. Tak ada yang teramat istimewa dari sosok lelaki ini.

Hari berikutnya Rasulullah kembali bersabda : �Akan datang kepada kalian seorang lelaki penghuni surga�. Lalu lelaki yang sama muncul lagi. Masih dengan sandal yang dijinjing dan janggut yang basah oleh air wudhu.

Tak berhenti disitu Rasulullah mengulangi perkataan yang sama. Kemudian, lelaki tersebut muncul lagi. Padahal, tak ada istimewanya dalam diri lelaki tersebut. Rasa penasaranpun mulai muncul di benak hati Abdullah bin Amr bin Ash. Maka. Diikutinya lelaki tersebut hingga ke rumahnya.

�Duhai saudaraku,�Ujar Abdullah memulai percakapan,�sungguh aku sedang berselisih dengan orang tuaku. Aku tidak akan berbicara kepadanya selama tiga hari. Bolehkah aku menginap dirumahmu barang tiga hari?� lelaki itu pun tak keberatan. Maka Abdullah resmi menjadi tamunya sekaligus �mata-mata�. Abdullah begitu penasaran, amalan apakah yang dilakukan lelaki ini sehingga Rasulullah menyebutnya lelaki penghuni surga.

Ini Dia Amalan Yang Dicintai Dan Disukai Oleh Allah SWT
Cara Terbaik Untuk Mendekatkan Diri Kepada Allah Adalah Dengan Berdzikir


Satu, dua, hingga malam ketiga tak ada amalan yang spesial didapati Abdullah. Lantas ia pun berterus terang. �Saudaraku sesungguhnya aku tidak sedang berselisih dengan orang tuaku,�Abdullah mengakui maksudnya. �Lantas kenapa kau ingin tinggal di rumahku, �Tanya lelaki itu. �Aku ingin mengetahui amalanmu sehingga Rasulullah tiga kali menyebutmu sebagai lelaki penghuni surga.

Namun saudaraku, aku tidak mendapatimu memiliki amalan yang spesial,�urai Abdullah. Lelaki itu menjelaskan rahasia amalannya. �Benar, amalanku hanya yang engkau lihat. Hanya saja, aku tidak pernah berbuat curang kepada seorang pun, baik kepada Muslimin ataupun selainnya. Aku tidak pernah iri ataupun hasad kepada seseorang atas karunia yang telah diberikan Allah kepadanya.�

Terjawab sudah rasa penasaran Abdullah. Meski lelaki itu tak rajin Tahajud, Shalat Dhuha, bersedekah, atau amalan sunah lainnya. Namun ia memiliki satu amalan unggulan. Di hatinya, tidak pernah terbesit rasa hasad atau iri atas karunia yang diberikan Allah kepada hambanya. Sungguh amalan yang sangat berat.
Amalan yang dicintai Allah ialah amalan yang berkelanjutan meskipun sedikit.

Lantas mari kita bertanya pada diri kita sendiri amalan unggulan apa yang sudah kita miliki? Memang hanya ridho Allah sajalah yang bisa memasukkan kita kedalam surga. Namun pantaskah diri ini yang telah diberi teramat banyak kemudahan lantas menjauhi-Nya. Wasilah paling mudah untuk bersyukur dan berdekatan dengan Rabb yang menciptakan kita ialah dengan amal ibadah.
Jika Bilal bin Rabahtak pernah putus wudhu sehingga bunyi terompahnya terdengar di surga, lantas apa amalan kita?
Jika Abu Bakar menyedekahkan seluruh hartanya untuk Islam, lantas apa amalan kita?
Jika Khalid bin Walid memenangkan pasukan Islam, kemudian apa amalan kita?

Zaid bin Tsabit sang penulis wahyu, Ibnu Abbas ulama para sahabat, Utsman bin Affan sang dermawan dan pemalu, Umar bin Khattab sang pemberani lagi peduli telah menorehkan tinta emas dalam sejarah Islam lewat amalan unggulan mereka.

Kisah-kisah itu bukan hanya untuk dikagumi lantas disimpan di rak-rak buku hingga using, namun untuk diteladani dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum memiliki amal unggulan, tentu kita harus selesai dahulu dengan amal-amal yang bersifat wajib. Baru ibadah nafilah (tambahan) yang mampu kita jalankan menjadi rutinitas kita.

Rutinitas atau istiqomah menjadi sebuah kunci sebuah amal bisa menjadi amal unggulan. Rasulullah SAW bersabda : �Amalan yang paling dicintai Allah SWT, adalah amalan yang berkelanjutan meskipun sedikit�. (HR. Muslim)

Kita tidak sedang membanggakan berapa juz Al Qur�an yang kita baca dalam sehari, berapa rupiah yang kita sedekahkan, berapa rokaat shalat Tahajud. Meski amalan yang banyak tentu lebih baik dan berpahala. Namun kita lebih memerlukan daya tahan amal, sejauh mana kita terus merutinkan amalan tersebut.

Istiqomah memang terlihat sepele, namun perlu usaha yang ekstra untuk tetap bisa menjalakannya.

Setiap amalan juga memiliki fadilah. Seperti halnya kita yang baru mengadu ke Allah ketika tertimpa kesulitan. Amalan yang bersumber dari Allah dan Rasul-Nya juga bisa mengusir kesulitan-kesulitan hidup. Segera temukan amalan unggulan kita dan tetap beristiqomah. Seperti istiqomahnya lelaki yang didatangi Abdullah bin Amr tadi.

Allah SWT tidak menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Nya. Kandungan ayat 56 surat Az-Dzariyat memberikan gambaran jika tugas utama manusia adalah beribadah. Meneladani generasi terbaik umat ini, para sahabat memiliki amal ibadah unggulan.

Umat Islam pun di nilai harus memiliki amal unggulan. Amal unggulan setiap insan tentu tak seragam, orang yang memiliki kekayaan bisa beramal lewat sedekah, sedangkan orang yang tidak mempunyai apa-apa bisa beramal dengan sikap sabar.

Surga menyediakan banyak pintu sesuai dengan amal manusia. �Ada pintu Rayyan untuk ahli puasa, pintu zakat, pintu shalat, haji, hingga pintu Al Qur�an.

Setiap Muslim dipersilahkan untuk melipatgandakan amalan sesuai dengan apa yang ia mampu. Jika ia pemikir, keluarkan ide cemerlang untuk kebaikan, jika ia penulis sampaikan untuk mengajak orang untuk kebaikan, yang terpenting janganlah meremehkan amal kebaikan meski kecil.

Namun perlu diingatkan, jangan sampai seseorang rajin mengerjakan amal unggulan yang bersifat sunnah sementara melalaikan yang wajib. Laksanakan dulu ibadah wajib seperti contoh jangan sampai orang gemar bersedekah, namun saat dimintai zakat enggan untuk membayarnya.

Perlu digaris bawahi juga bahwa yang bisa disebut amal unggulan jika dilakukan dengan ikhlas dan berkelanjutan. Ikhlas hanya untuk dipersembahkan kepada Allah SWT tidak riya (pamer) dan istiqomah meski sedikit.

Agar dapat menjaga keistiqomahan kita dalam melakukan amal unggulan adalah mencari amal yang dapat kita kerjakan secara sungguh-sungguh dan serius. Amalan itu tidak perlu banyak dan berat, tetapi amalan yang ringan dan bisa dilakukan secara rutin. Bisa membaca Al Qur�an, sedekah, wiridan, doa, dan puasa sunah sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Ada sebuah kisah tiga orang laki-laki yang terjebak dalam gua lantas berdo�a dengan bertawasul amal saleh adalah salah satu contoh pentingnya seseorang memiliki amal unggulan. Masing-masing lelaki berdo�a sembari menyebutkan amalan unggulan mereka, saat lelaki pertama menyebutkan amanah terhadap pekerjaannya sebagai amalan, batu itu pun bergeser. Lelaki kedua juga menyebutkan amal berbakti kepada orang tua dalam do�anya hingga batu bergeser lagi. Lelaki ketiga pun menyebutkan amalannya dia menjauhi Zina dan berdo�a kemudian batunya terbuka.

Kisah lain ada seorang ibu-ibu yang selalu Nampak menyapu dan membersihkan halaman Masjid Nabawi tak ada yang mengenalnya tak ada pula yang memperdulikannya.

Namun suatu hari, Rasulullah SAW tak lagi melihatnya. Halaman Masjid Nabawi menjadi kurang terawat setelah tiga hari tanpa kehadiran si ibu-ibu tersebut. Bertanyalah Rasulullah SAW, kemanakah si ibu yang biasa menyapu dan membersihkan Masjid Nabawi?

Para sahabat pun mengatakan, si ibu penyapu masjid tersebut sudah meninggal. Para sahabat berpendapat, hal kecil dan peran kecil seperti tukang sapu tak perlu pula harus dilaporkan kepada Rasulullah SAW. Namun, Rasulullah SAW tak rela. �Mengapa kalian tidak memberitahukan hal itu kepadaku? Tunjukkan dimana kuburannya?� pinta Rasulullah SAW. Setelah itu Rasulullah SAW langsung mendatangi kuburannya, kemudian melakukan shalat jenazah (ghaib) diatas kuburannya.

Kisah ini mengisyaratkan, bahwa sekecil apapun peran dan amal yang dilakukan seseorang, hal itu adalah penyelamat baginya. Rasulullah SAW merasa kesal tidak diberi tahu dan Rasulullah SAW juga langsung menyalatkan di atas kuburannya. Hal ini sebagai bukti, sekecil apapun amal ibadah jika dilakukan secara rutin bisa menjadi andalan.

Dalam sebuah hadits qudsi, Allah SWT  menyebutkan orang yang mengerjakan wajib kemudian menambahkan amalan sunah, maka Allah SWT akan mencintai orang tersebut. �Allah SWT. akan menjaga penglihatan, pendengaran, lisan, kaki dan semua perbuatannya".

Suatu amalan jika dilakukan secara istiqomah akan banyak memiliki manfaat bagi yang menjalankannya.

Sahabat Blog Kang Hamzah, menjaga rutinitas amalan memang tak mudah, sebab rutinitas jika sudah berhenti satu kali, akan berat untuk memulainya kembali. Itulah sedikit berbagi tentang amalan kecil yang dicintai dan disukai oleh Allah SWT. Terima kasih, semoga bermanfaat.

Oleh :  
Samudin, S.Pd.I
(Staff Pengajar di MTs Negeri Widasari, Indramayu)

Ini Dia Malaikat Kubur Yang Datang Sebelum Malaikat Munkar Nakir Datang

Siapakah Malaikat yang datang sebelum Malaikat Munkar Nakir datang? | Blog Kang Hamzah - Selamat pagi shobat, semoga sehat selalu dan diberi keberkahan hidup oleh Allah SWT. Jadi perlu diketahui oleh shobat Blog Kang Hamzah, bahwa di dalam kubur seseorang itu ada malaikat yang datang sebelum malaikat Munkar dan Nakir datang menanyakkan amal baik dan buruk seseorang dalam kubur, jadi tidak hanya ada dua malaikat tersebut saja, melainkan ada malaikat lain, siapakah malaikat itu?

Dia tercipta dari seberkas cahaya yang sangat bersinar dan sangat lembut. Dia bukanlah lelaki ataupun perempuan. Dia tidak punya orang tua, tidak makan, tidak minum, dan lain sebagainya layaknya seorang manusia biasa. Dia adalah malaikat Allah yang mengemban tugas khusus dari Allah SWT, setiap malaikat dimuliakan dan mempunyai kelebihan yang berbeda-beda antara satu malaikat dengan malaikat lainnya. Rumman namanya. Lalu, apa tugas yang diberikan Allah SWT kepada malaikat Rumman ?

Diriwayatkan dari Abdullah bin Salam : "Akan masuk atas mayit sebelum masuknya munkar dan nakir yang wajahnya bersinar seperti matahari yaitu malaikat Rumman. Lalu duduklah Rumman disamping mayit dan kemudiaan bertanya. Tulislah semua amal baik dan amal burukmu. Mayit menjawab, dengan apa aku menulis? Dimana penaku? Dimana tintaku? Dimana lembaranku? Rumman menjawab. Air ludahmu tintamu, dan jari-jarimu penanya. Mayit kembali bertanya, Dengan apa aku menulis sedangkan aku tidak punya buku?! lalu Rumman memotong dari kain kafannya lalu berkata, ini bukumu untuk mencatat semua amalmu. Tulislah!!

Ini Dia Malaikat Kubur Yang Datang Sebelum Malaikat Munkar Nakir Datang
Jalan Menuju Cahaya


Lalu menulislah si mayit, ia mencatat semua amalnya dengan jari sebagai penanya, air ludah sebagai tintanya dan kain kafan sebagai bukunya. Akan tetapi disaat mayit menulis amal buruk yang pernah dilakukan selama hidup di dunia, tersentuk dia berhenti dan menangis pilu seraya merintih. Wahai keburukanku apakah kamu tidak malu kepada penciptamu atas perbuatanmu didunia? dan sekarang aku sangat malu.

Maka malaikat Rumman mengangkat kapak yang sangat besar, lalu dipukulkan kepada mayit, dan si mayit menjerit kesakitan menahan pedihnya azab kubur, tulangnya hancur berkeping-keping, sambil menangis seraya meminta tolong, angkatlah aku..!! Bertubi-tubi azab itu datang terus menerus, dia menjerit kesakitan sampai dia mencatat semua amal baik dan buruknya yang pernah dilakukan sewaktu di alam fana yang tiada abadi "Naudzu billahi mindzalik"

Setelah selesai dia mencatat semua amal yang pernah dilakukannya selama hidup di dunia. Malaikat menyuruhnya untuk melipat-lipat kain kafan yang berisi catatan amal baik dan buruk dan kemudian dikunci. Seraya si mayit bertanya, "Dengan apa aku mengunci buku ini??" "Kuncilah itu dengan kuku-kukumu!! dan pakailah dilehermu (dikalungkan) sampai hari kiamat." jawab Rumman.

Barulah kemudian malaikat munkar dan nakir datang menghampiri mayit dan melakukan hal yang serupa.

Orang yang sering berbuat maksiat kepada Allah dihari kiamat kelak dia akan melihat buku catatannya, dan Allah menyuruh untuk membacanya. dia merasa senang ketika membaca amal baiknya tapi dia akan merasa begitu malu ketika akan membaca amal buruknya dia hanya tertegun menunduk malu. Allah berfirman: "kenapa kau tidak membacanya" lalu dia menjawab "aku malu" pada saat itulah penyesalan muncul berharap diberikan kesempatan hidup kembali untuk memperbaiki keburukan-keburukan yang dilakukan selama didunia. Sungguh penyesalan yang tidak berarti, karena keadaan dan waktu tidak bisa dirubah walau sampai menangis darah.

Ada banyak hikmah bagi kita yang masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki amal ibadah walau sekecil apapun nilai ibadah itu di mata manusia. Tetapi di hadapan Allah sangatlah berarti dan tidak menyepelekan perbuatan dosa sekecil apapun. Mungkin dihadapan manusia sudah biasa, tapi dihadapan Allah SWT bisa jadi siksa yang nyata.

Tentunya semua ibadah dengan didasari rasa ikhlas lillahi ta'ala. Sahabat, itulah sedikit berbagi tentang malaikat kubur yang datang sebelum munkar nakir datang. Dikutip dari Al-Kitab Daqoiqul Akbar, Hal. 16. Semoga bermanfaat, dan terima kasih sudah berkunjung, jangan lupa share ke sahabat lainnya.

Kisahku : Romansa Hikmah Di Malam Minggu

Kisahku Dan Kakek Penjual Amplop | Blog Kang Hamzah - Malam minggu, hmm malam yang ditunggu-tunggu. Sebenarnya, mungkin sama saja dengan malam-malam di hari lainnya. Namun, malam minggu kebanyakan orang, ya bisa dikatakan bisa melepas beban rutinitas kerja.

Begitu juga dengan aku. Ya meski sekedar jajan roti bakar, duduk di sebuah warung kecil dan menikmati jus kesukaanku. Namun, malam minggu kali ini berbeda dan sangat mengesankan bagiku. Karena aku bertemu dengan orang yang sangat istimewa.

Masih teringat jelas di ingatanku malam itu. Bagaimana tidak, lalu lalang manusia beserta riuh suara berbagai kesenangan ibarat malam minggu itu perayaan yang mungkin bisa di dapat hanya seribu tahun sekali, sehingga gelak tawa anak-anak, senyum bahkan tangis rengekan anak kecil yang kemauannya tak dipenuhi orang tuanya melengkapi suasana di malam minggu. Kunikmati suasana itu dengan meneguk segelas jus alpukat dan memasukkan sepotong roti bakar meses keju ke dalam mulutku.

Malam minggu itu datang rintik gerimis membuat aroma bumi menyeruak hadir diantara aroma roti bakar yang baru saja kutelan sepotong.

Namun tiba-tiba ada yang kulihat dari sekian warna manusia terlihat jelas ada sesuatu yang berbeda. Ya berbeda, aku diam sejenak melihat dari kejauhan. Aku terhenyak dan pemandangan itu terasa bagai nada datar memilukan yang tiba-tiba hadir kontras dengan malam minggu yang tampak di mataku.

Seorang bapak yang tak muda lagi berpakaian lusuh dan kumal lengkap dengan sepatunya yang telah menganga lebar. Kuperhatikan bagaimana ia tetap tersenyum karena hardikan dan tolakan dari beberapa orang yang merasa terganggu.

Tangannya menggenggam beberapa lembar amplop. Ya bapak tua itu bukan pengemis. Bapak itu penjaja amplop. Beberapa menit aku tetap terdiam tak bergeming seolah-olah malam minggu itu menyuguhkan sebuah panggung sandiwara yang membuatku terpaku karena  sebuah kisah cerita kehidupan yang diputar langsung didepanku.

Berbagi tentang kisah atua cerita inspiratif yaitu Kisahku Dan Kakek Penjual Amplop, kisah seorang penjual amplop yang tak pernah menyerah
Kakek Penjual Amplop


Suara gerimis itu membuatku makin terhanyut. Bapak tua itu kemudian berdiri dan agak mempercepat jalan mencari emperan toko karena bingung gerimis akan membuat basah amplop-amplop ditangannya.

Segera ku berdiri dan berlari kecil menghampiri bapak tua itu didepan emperan toko yang tutup dipojok plaza. Bapak tua itu terlihat gemetar dan menghitung amplop yang telah di ikat dengan seutas rafia tipis. Tak ku lihat uang digenggamannya, waktu ku tepat berjongkok didepannya dan mulai bertanya

"mbah jualan apa?" Bapak tua itu menjawab "amplop nak, sampean kajenge tuku pa nduk? butuh amplop ta sampean nduk? (kamu mau beli kah nak?lagi butuh amplop kah nak?)
Segera kujawab cepat "nggeh mbah(ya kek)"

Bapak tua itu segera bertanya lagi "tumbas pinten nak (beli berapa nak)? dan kutanya balik "mbah biasanya sadean pinten? (kakek biasanya jualnya berapa?)

"1.000 nak" sambil menyodorkan beberapa amplop yang di ikat bapak tua itu mengatakan padaku kalau seikat itu harganya seribu.

Aku terdiam sejenak. Ternyata hanya 1.000 rupiah. Aku mulai berpikir berapa keuntungannya Ya Allah, tapi bapak tua ini bukan pengemis yang menyerah pada keterbatasan. Betapa istimewanya bapak tua ini daripada aku yang selalu lupa dan sering mengeluh.

Lalu kusodorkan uang kepadanya. Bapak tua itu bilang "uang pas saja nak, bapak tidak punya kembalian. Ku lalu bertanya "mbah sudah makan?". "belum" jawabnya sambil tersenyum padaku.

Sebelum ku teruskan kata-kataku, tiba-tiba saja bapak tua itu berdiri dan berjalan ke toko di seberang dan menukarkan uangku dan kembali membrikan uang kembaliannya padaku. Lagi-lagi, ku kembali terdiam karena kaget ketika bapak tua itu bilang kembaliannya tidak perlu diberikan pada bapak tua itu.

"Saya bukan pengemis nak, saya biasanya tidur di masjid-masjid, saya tidak punya keluarga"

Agak lama, agar bapak itu mau menerimanya. Barulah menerimanya ketika ku bilang agar menganggpku sebagai cucunya.

Itulah kisahku di malam minggu. Lalu aku ucapkan pamit setelah mengobrol beberapa saat dengan bapak penjual amplop itu. Tampak matanya berkaca-kaca begitu juga denganku. Tak terasa air mataku berlinang bercampur dengan gerimis di malam itu. Ku bertemu dengan seorang insan yang tak menyerah pada lapar dan kedaan yang menghimpit. Orang-orang yang keimanannya kuat yang bercangkang lemah pada dzahirnya. Meski berpakaian tak sebagus layaknya pejabat yang berdiri di depan mimbar negara dengan memakai sepatu harga jutaan, merekalah manusia yang tercover lusuh dikeadaanya namun aroma surga menyelimuti akhlaknya karena berpantang meminta-minta. Semoga bermanfaat.

Oleh : Faza Mubaraq

Mang Jali Didatangi Oleh Anak Jin Karena Merusak Sesajen

Didatangi Anak Jin Setelah Merusak Sesajen | Blog Kang Hamzah - Ini merupakan kisah nyata yang dialami oleh Paman ane. Beliau bernama A. Ghozali bin H. Toyib. Konon kata Mang Jali, sebutan akrab ane kepada beliau, beliau di ganggu oleh anak jin yang jumlahnya lumayan banyak. Berikut cerita selengkapnya.

Sebelum kita lanjut kepada ceritanya, perlu kita ketahui bahwa yang namanya sesajen adalah salah satu tradisi orang jaman dahulu yang berupa menyediakan persembahan untuk tuhan atau untuk kekuatan supranatural yang dipercaya. Sebagai tanda syukur atau untuk menghindarkan murka. Namun, sekarang sesajen sudah tidak dibenarkan oleh Agama, karena menyia-nyiakan harta atau bertujuan untuk mendekatkan diri pada Jin.

Baca Juga : Group Genjring Mashbulloh Indramayu Menjuarai Kontes Genjring Ramadhan 2015 di RCTV Cirebon

Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh beliau untuk mengisi kekosongan waktunya yaitu memancing ikan di sungai Cimanuk atau biasa ane sebut dengan kali Cimanuk. Beliau berangkat sekitar jam 09.00 pagi hingga sampai waktu sholat dzuhur beliau bergegas pulang untuk melaksanakan sholat dzuhur, namun tiba-tiba beliau melihat sesajen yang mengapung di pinggir kali cimanuk. Karena beliau tidak suka dengan hal-hal yang seperti itu, "Saya orang yang tidak suka dengan sesajen dan semacamnya, karena itu musyrik" kata beliau kepada ane. Akhirnya beliau merusak sesajen tersebut dan bergegas pulang ke rumah yang jaraknya tidak jauh dari tempat beliau memancing.

Sesampainya di rumah beliau mengambil air wudlu dan sholat dzuhur. Pada saat selesai sholat, dari arah depan, belakang, samping kanan, dan kiri beliau melihat anak jin yang begitu banyak jumlahnya, berwarna hitam dan kepalanya bertanduk, mengganggu beliau pada saat berdzikir. Ada yang menakuti beliau dan ada juga yang menarik tangan beliau.

Akhirnya beliau membaca ayat al-qur`an dan asma Allah hingga akhirnya anak jin tersebut hilang entah kemana. Dan beliau bisa berdzikir dengan tenang.

Mang Jali Didatangi Oleh Anak Jin Karena Merusak Sesajen
Salah Satu Sesajen Untuk Jin


Sahabat Blog Kang Hamzah, dari seklumit kisah nyata tersebut tentunya sahabat bisa mengambil pelajaran. Apa pelajaran yang kita dapat dari kisah nyata tersebut? sedikit pelajaran dari Mang Jali, beliau mengatakan bahwa kita diciptakan oleh Allah SWT lebih mulia dari jin dan syaitan, jadi jangan takut kepada keduanya.

Selain itu, beliau berkata bahwa hendaknya kita selalu dekat dengan Allah SWT, tentu dengan taqwa, sabar, dan ikhlas menjalankan perintahnya dan menjauhi segala larangan-Nya, dengan begitu insya Allah apa yang kita minta dan inginkan terkabul dan kita akan selalu di jaga dan dilindungi oleh Sang Maha Pencipta Makhluk, Allah SWT.

Itulah sedikit cerita atau kisah nyata paman ane Mang Jali, semoga ada manfaatnya dan semoga kita semua termasuk orang yang taqwa, sabar, dan ikhlas menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Serta kelak di akhirat kita semua mendapat rahmat dan ridho Allah SWT. Aamiin.

Dua Wajah Malaikat Pencabut Nyawa

Blog Kang Hamzah | Seperti apakah wajah malaikat pencabut nyawa? - Mungkin itu merupakan salah satu pertanyaan yang mungkin shobat kang hamzah semua pertanyakan dalam hati. Untuk lebih jelasnya kali ini ane mau nulis kisah tentang sekilas gambaran wajah malaikat pencabut nyawa yang dikutip dari Majalah Nahdlatul Ulama (NU) RISALAH (2013). Berikut kisahnya.

Alkisah, Nabi Sulaiman mulai menambahkan kudanya di depan istananya. Kuda itu meringkik sejenak sambil meggerakkan kakinya sebelum duduk. kuda nabi Sulaiman ini adalah kuda terbaik dari 1200 kuda yang dimilikinya. Kuda berwarna coklat tua dengan bulu keemasan dibelinya dari Mesir setara dengan harga 200 hamba sahaya terbaik.

Nabi Sulaiman baru saja pulang dari perjalanan yang di anggap sangat penting. Perjalanan ini terbilang sangat istimewa karena semua wilayah tak luput dari kunjungannya. Mulai dari ujung barat hingga ujung timur Palestina. Hampir tiga bulan nabi Sulaiman melalui inspeksi dan tak satu desa pun tak dikunjungi. Pada malam hari nabi selalu menginap di rumah penduduk termiskin. Ia menolak menginap di rumah pejabat negara.

Dalam perjalanan itu satu malam ia menyaksikan sebagian rakyatnya yang mulai makmur.
"Aku ingin nasib kalian semua tidak menjadi bebanku," katanya. 
Namun, pernah juga ia saksikan rakyatnya yang sangat miskin. Nabi Sulaiman menangis meliihat kemiskinannya itu. Rumahnya menempel ke tembok pagar tetangga kaya. Nabi Sulaiman menginap di rumah itu.

Dua Wajah Malaikat Pencabut Nyawa
Seperti apakah wajah malaikat maut ?


Nabi Sulaiman kaget ketika bangun tengah malam untuk shalat dikejutkan dengan pemandangan yang sangat mengesankan. Keluarga miskin itu dalam shalat malamnya terdengar berdoa.
"Ya Allah, aku ridho dengan anugerah-Mu karena aku tahu bahwa surga-Mu sangat luas dan amat membahagiakan aku. Aku akan sangat bahagia nanti jika mengahadap-Mu tanpa pertanggungjawaban duniawi. Ya Allah, anugerahkan rajaku Nabi Sulaiman anugerah terbaik-Mu di saat usianya yang sudah sangat tua."
 Keesokan harinya nabi Sulaiman memberinya uang dan orang miskin itu menolaknya.
"Mengapa engkau menolaknya?"
"Sudah menjadi tradisi keluarga kami para pejuang sejak Nabi Daud adalah menerima sesuatu dengan bekerja." 
"Tapi bukankah engkau telah memberiku tumpangan menginap sehingga engkau layak menerima uang?" 
"Tidak wahai raja yang dicintai rakyatnya. Kami ikhlas menerima baginda dengan suka cita dan merupakan kehormatan tertinggi bagi kami. Bukankah menerima tamu pahalanya sangat besar dan meninggalkan rahmat dan ampunan Allah bagi kami sekeluarga. Apalagi tamunya seorang nabi."
Segala upaya yang dilakukan nabi Sulaiman agar ia mau menerima hadiah tapi selalu gagal. Akhirnya nabi Sulaiman menawarkannya jabatan menjadi pegawainya. Ia bersedia setelah nabi Sulaiman menawarinya jabatan sebagai penjaga kuil (ma`bad).

Ringkik kuda nabi Sulaiman menunjukkan keletihan yang panjang. Nabi Sulaiman melangkah melalui beberapa ruangan istana dengan dikawal pasukan khusus bersenjata lengkap. Seperti biasa semua pegawai istana menyambutnya. Terakhir sang permaisuri yang menyediakan minuman hangat.

Kemudian ia memasuki kamar pribadinya. Kamar pribadi ini tak seorang pun boleh masuk kecuali atas seizinnya. Kunci kamar itu selalu di bawa ke manapun ia pergi. Istri dan anak nabi Sulaiman sendiri tak bisa masuk tanpa seizinnya.

Namun, ketika ia membuaka pintu kamarnya ia kaget karena di dalam kamar itu sudah ada seorang laki-laki yang duduk di kursi kerjanya. Laki-laki itu berwajah sangat tampan dan menyenangkan dengan baju megah yang tak pernah disaksikannya di dunia. Nabi Sulaiman hampir saja memanggil para pengawalnya.
"Siapakah gerangan anda yang berani masuk ruangan kami yang sangat pribadi, terkunci, dan duduk di kursi kebesaran kami? Tentu, kami tuan bukan orang sembarangan," Kata nabi Sulaiman, bertanya selidik.
 Laki-laki itu kemudian berdiri menghormat dan mendekati Nabi Sulaiman.
"Wahai nabiyallah maafkan jika kedatanganku mengagetkan tuan. Saya memang tidak pernah di utus menemui tuan sebelumnya dan setiap hari seperti Jibril. Saya hanya diperintahkan Allah datang sekali seumur hidup setiap manusia. Perkenalkan bahwa saya Izrail, malaikat yang hanya datang sekali untuk mencabut nyawa hanmba Allah."
Nabi Sulaiman kaget dan sadar bahwa inilah akhir hidupnya. Izrail sudah menunggunya.
"Apakah ini artinya engkau akan mencabut nyawaku saat ini juga?" 
"Benar wahai nabiyallah." 
"Baiklah aku tak mengelak. Jika kematian tiba tak bisa di tunda. Tapi, bolehah saya bertanya?" 
"Silahkan wahai nabiyallah." 
"Bolehkah aku melihat wajahmu yang sebenarnya ketika menghadapi manusia durhaka yang penuh dosa!" 
"Apakah nabiyallah benar-benar berkeinginan untuk melihatnya?" 
"Iya, silahkan."
Tiba-tiba nabi Sulaiman pingsan ketika malaikat Izrail memperlihatkan wajah dan sosoknya yang sangat menakutkan khusus untuk mencabut orang kafir dan mereka yang durhaka kepada Allah SWT.

Mata Izrail berwarna merah dan mulutnya mengeluarkan api. Panasnya hampir membakar istana nabi Sulaiman. Kulitnya hitam kelam dengan mengeluarkan bau yang sangat tidak sedap. Setelah siuman nabi Sulaiman melihat pemandangan yang lain.
"Orang akan ketakutan melihatmu sebelum kau cabut nyawanya sehingga ia merasakan tekanan batin dan rasa sakit yang sangat." 
"Benar, ia akan merasakan rasa sakit yang sulit digambarkan." 
"Lalu bagimana ruh seorang nabi dan orang sholeh kau cabut?" 
"Dia akan melihatku dengan gembira dan tak terasa ruhnya terbang meninggalkan jasadnya. Karena sebenarnya ia sangat merindukan saat seperti itu ketika dimulainya perjalanan penuh kenikmatan."
Tanpa terasa nabi Sulaiman terkulai lemas di ruang pribadinya. Innalillahi wa inna ilahi roji`un.

Itulah sedikit kisah dua wajah malaikat pencabut nyawa. Umur manusia tidak ada yang tahu kapan dan dimana kita akan kembali kepada-Nya. Mudah-mudahan dengan membaca kisah tadi kita semua mendapat ridho, hidayah, dan ampunan Allah SWT. Dan di akhirat mendapat kenikmatan serta dikumpulkan bersama orang-orang yang sholeh. Amin. Terima kasih sudah berkunjung di gubuk ane, semoga bermanfaat.

Kisah Perempuan Penuh Dengan Kesabaran

Kisah Perempuan Penuh Dengan Kesabaran - Siapkan tisu untuk membaca kisah ini. Namanya adalah Aini. begitulah Nur biasa memanggilnya. Salah satu "adik" terbaik yang pernah Nur miliki, yang pernah nur temui dan alhamdulillah Allah telah mempertemukan mereka berdua.

Seharusnya 19 Nopember nanti ia genap menginjak usia 37 tahun. Beberapa tahun dengannya, banyak contoh yang bisa nur ambil dari adiknya itu. Sikap dewasa, sikap sabar, istiqomah, dan sikap pengabdian yang luar biasa dalam meretas jalan dakwahnya. Seorang pendakwah yang tangguh dan tak pernah menyerah. Sosok wanita yang tidak pernah mengeluh, memiliki semangat tinggi dan memiliki khusnuzon (prasangka baik) yang teramat tinggi kepada Allah. Dan dia adalah salah satu amanah nur (kakanya) terberat, ketika waktunya harus ia sudah memasuki sebuah jenjang ikatan dalam rumah tangga yaitu pernikahan.

Ketika beberapa temannya yang lain lebih muda darinya melenggang dengan mudahnya menuju jenjang pernikahan tersebut, namun Aini tidak, Allah taqdirkan ia harus terus meretas dalam kesabaran. Sudah beberapa kali nur berikhtiar membantu adiknya itu menemukan ikhwan yang shalih, tetapi ketika sudah memulai setengah perjalanan proses pernikahnya, Allah pun berkehendak lain. Namun aini, tidak pernah ada kata-kkata protes yang keluar dari lisannya sedikitpun, tidak juga ada keluh kesah, atau bahkan mempertanyakan kenapa sang ikhwan begitu "lemahnya" hingga tidak mampu menerjang berbagai macam penghalang? Atau ketika masalah suku, fisik, serta terlebih usia yang selalu menjadi kendala utama seorang ikhwan untuk mengundurkan diri, Aini pun tidak pernah mempertanyakan atau memprotesnya " kenapa ikhwan sekarang seperti ini?

Tidak ada gurat di wajah rasa sesal, kecewa, atau sedih, ataupun tutur katanya yang menunjukkan sesalnya. Kepasrahan dan keyakinan dalam hati terhadap kehendak Allah begitu indah terlukis dalam hatinya.

Hingga, akhirnya datanglah seorang ikhwan shalih yang baik akhlak serta ilmunya, datang dan berkenan untuk menjadikan aini seorang pendamping hidupnya. Tidak ada luapan rasa senang dan bahagia yang aini tampakkan selain ucapan singkat yang penuh makna, "Alhamdulillah.. jazakillah kakak sudah membantu... mohon doanya agar diridhai Allah".

kisah perempuan sholeha, cerita perempuan, contoh perempuan sholeha, wanita surga, perempuan sabarAlhamdulillah, dalam proses ta`aruf Allah mudahkan mereka, padahal usia ikhwan tersebut lebih muda dari usia aini. Namun, karena mereka berkomitmen pada sunnah Rasulullah untuk menyegerakan sebuah pernikahan, maka rencana mereka untuk melaksanakan akad nikah satu bulan kemudian, bertepatan dengan selesainya adik sang ikhwan itu menyelesaikan kuliah di negeri Mesir.

Namun, Allah Maha Berkehendak, Maha Sebaik-baik Pembuat keputusan.

Jelang dua minggu hari pernikahannya, sebuah kabar duka datang. Yaitu usai Aini mengisi sebuah pengajian, motor yang dikendarai aini terserempet sebuah mobil, dan menabrak sebuah kontainer didepannya. Aini yang sholihah pun harus meregang nyawa di ruang ICU. Selang dua hari setelah peristiwa itu, Rumah sakit yang menangani aini pun menyerah. Tidak sanggup untuk berbuat banyak karena melihat kondisinya yang begitu parah.

Hanya iringan dzikir disertai tangis yang berada disana. Semua keluarga Aini juga keluarga sang ikhwan pun sudah berkumpul. Mereka semua mencoba menata hati bersama untuk pasrah dan bersiap untuk menerima apapun ketentuan-Nya. Semua orang yang berada di situ hanya bisa berdoa agar Allah berikan yang terbaik dan terindah untuk aini. Hingga akhirnya, Allah mengijinkan Aini tersadar dan aini mulai menggerakkan jari-jemarinya. Allahu akbar... sebait harapan pun kembali mereka rajut supaya Allah berkenan memberikan kesembuhan kepada aini, walaupun harapan itu terus menipis karena melihat kondisi aini yang semakin melemah. Hingga kemudian, entah kenapa, sang ikhwan mengajukan satu permintaan kepada keluarga Aini yang membuat kaget semua orang yang ada diruangan itu.

"Ijinkan saya untuk membantunya menggenapkan setengah Agama ini. Jika Allah berkehendak memanggilnya, maka ia datang menghadap Robbnya dalam keadaan sudah melaksanakan sunnah Rosulullah..."

Dalam kedaaan yang sedang tidak karuan, akhirnya dua keluarga besar aini dan sang ikhwan itupun sepakat memenuhi permintaannya.

Ibu aini pun membisikkan rencana tersebut di telinga Aini. Dan baru kali itulah nur melihat air mata mengalir dari sepasang mata jernih aini.

Tepat pada pukul 16.00, dihadiri penghulu, orang tua dari dua pihak, serta beberapa sahabat aini dan dokter serta perawat rumah sakit. Proses pernikahan yang penuh tangis dan duka itu pun dilaksanakan. Tidak seperti pelaksanaan pernikahan biasa yang diiringi tangis kebahagiaan, maka pernikahan aini tersebut penuh dengan rasa yang sangat sulit digambarkan. Begitu khidmat, sepi namun penuh isak tangis kesedihan yang begitu dalam.

Dan tepat setelah ijab qobul itu terucap, kemudin sang ikhwan pun mencium kening Aini serta membacakan doa untuknya diatas kain perban putih yang sudah berganti warna menjadi merah menutupi hampir seluruh kepala Aini. Lirih, nur dan orang sekitar aini pun masih mendengar Aini berucap, "Tolong Ikhlaskan saya....".

Hanya beberapa menit. Ya, hanya beberapa menit setelah ijab qobul itu. Tangispun memecah ruangan itu, yang tadinya senyap menahan sesak dan air mata. Akhirnya Allah menjemput aini dalam keadaan tenang dan penuh senyum indah.

Allah maha rohman rohim telah menjemput seorang bidadari. Sungguh indah karunia dan janji yang telah Allah berikan pada aini. Aini memang hanya pantas untuk para mujahid-Nya di Jannah al firdausi.

Dan sang ikhwan pun melepas dengan penuh sukacita, "Saya telah menikahi seorang bidadari. Nikmat mana lagi yang saya dustakan....". Begitulah sang ikhwan shalih itu mengutip dari ayat Ar Rahman-Nya.

"Selamat jalan aini selamat jalan adikku sayang." Begitulah sang kakak nur berkata dalam hatinya. "Engkau memang bidadari surga yang Allah tidak berkenan seorang ikhwan pun di dunia ini yang mampu mendampingi kehidupanmu kecuali ikhwan sholih yang bersungguh-sungguh di jalan dakwah dengan ikhlas, sabar, tawadhu dan siap berjihad dijalan ilahi robbi dan kelak saat menutup mata nanti sebagai seorang syuhada."

Itulah kisah seorang perempuan yang penuh dengan kesabaran dari ane. Selamat jalan Aini. Semoga Allah memberi tempat terindah dan terbaik di surga Allah, dan semoga Allah kumpulkan kita kelak didalam surga bersama dengan orang-orang yang sholih dan sholihah. Amin