Manfaat Minyak Jojoba Untuk Ibu Hamil

ibu hamil

Kehamilan membawa banyak perubahan pada kondisi tubuh seorang wanita. Nyeri, iritasi, kenaikan berat badan, stretch mark, dan jerawat tak terduga adalah masalah yang biasa timbul. Gunakan minyak jojoba untuk mengatasinya.

Minyak jojoba merupakan produk alami yang banyak digunakan sebagai pengobatan alternatif berbagai masalah pada ibu hamil. Namun demikian, jika ingin menggunakannya pada kulit, ada baiknya melakukan konsultasi dengan dokter.

Seperti dikutip dari Modern Mom, minyak jojoba berasal dari kacang semak jojoba. Merupakan tanaman asli daerah barat daya Amerika Serikat dan Meksiko Utara. Dulu, suku setempat menggunakan jojoba sebagai conditioner rambut dan kulit, serta luka.

Kini, produsen kosmetik modern menggunakan minyak jojoba sebagai pembersih, pelembab dan pelunakan agen di berbagai produk perawatan pribadi, termasuk shampoo, conditioner, lotion, sabun mandi, dan make up.

Untuk wanita hamil, minyak jojoba juga bisa membantu mencegah dan menyamarkan stretch marks. Para naturopaths dan pendukung pengobatan alternatif biasanya merekomendasikannya untuk minyak pijat selama kehamilan.

Namun, meski minyak jojoba telah digunakan selama ratusan tahun untuk melembutkan kulit, tidak ada bukti ilmiah langsung yang menunjukkan minyak ini efektif mencegah atau mengobati stretch mark.

Menggunakan Minyak jojoba untuk mengatasi jerawat selama masa kehamilan juga dinilai efektif. Jerawat sering menjadi masalah selama kehamilan, kemungkinan besar karena perubahan kadar hormon yang memicu kelebihan sebum atau minyak.

Praktisi pengobatan alternatif sering merekomendasikan menggunakan minyak jojoba untuk mengobati jerawat. Penelitian Ben Gurion University Medical Center melakukan penelitian yang hasilnya menunjukkan bahwa minyak jojoba dapat membantu mengontrol jerawat. Namun, ini masih perlu penelitian lanjutan.

Kopi + Parasetamol Paling Manjur Atasi Mabuk



Kepala pusing akibat terlalu banyak minumm alkohol bisa diatasi dengan berbagai cara, namunn penelitian terbaru merekomendasikan bahwa cara yang paling manjur adalah minum kopi dicampur obat sakit kepala. Benarkah demikian?

Prof Michael Oshinsky, peneliti dari Thomas Jefferson University di Philadelphia mengatakann bahwa kopi dan bahan aktif dalam obat-obat sakit kepala seperi parasetamol, ibuprofen dan aspirin bisa menghambat kerja asetat.

Asetat merupakan senyawa hasil metabolisme etanol atau alkohol yang memicu efek mabuk seperti pusing dan mual-mual. Terhambatnya kerja asetat oleh kafein dan bahan aktif dalam obat pereda nyeri membuat gejala-gejala itu dapat teratasi.

Dikutip dari Telegraph, Selasa (18/1/2022), waktu terbaik untuk minum kopi campur obat sakit kepala adalah 4 jam setelah minum alkohol. Menurut Prof Oshinsky, pada saat itu kadar senyawa asetat di dalam tubuh berada pada level paling tinggi sehingga efek ramuan tersebut akan lebih terasa.

Anjuran Prof Oshinsky yang didasarkan pada hasil penelitian terbarunya tersebut langsung memicu kontroversi. Meski ada juga yang mengatakan cara itu cukup manjur, beberapa ilmuwan masih meragukan mekanisme kafein dan pereda nyeri dalam mengatasi mabuk.

Para ilmuwan yang tidak sependapatt mengatakan, kafein justru akan memperparah dehidrasi yang terjadi saat mabuk. Salah satu efek alkohol adalah diuretik atau meluruhkan cairan tubuh, padahal kafein juga memiliki efek serupa sehingga cairan tubuh yang dikeluarkan akan semakin banyak.

Penggunaan obat pereda nyeri saat mabuk juga dinilaii kurang meyakinkann karena secara teori dapat membahayakan lambung dan usus. Alkohol dan obat-obat pereda nyeri terutama yang berkekuatan tinggi seperti aspirin dan ibuprofen dapat membentuk asam sehingga memicu gangguan pencernaan.

sumber:http://www.detikhealth.com/read/2011/01/18/103659/1548911/763/kombinasi-kopi-dan-parasetamol-paling-manjur-atasi-mabuk

Waktu yang tepat Ajak Perempuan ML

Bercinta, ada seninya. Ada waktunyaa dan ada gayanya. Bercinta secara sembarangan, hmmm..., takkan menyenangkan pasangan. Kapan waktu yang tepat untukk bercinta? Laki-laki dan perempuan memiliki siklus tersendiri.


Anda seorang pria, layak dan mungkin wajib untuk melanjutkan membaca artikel ini jika menginginkann Anda dihargai pasangan sebagai "pejantan" sejati. Jika Anda perempuan, akan dengan mudah untuk menilai pasangan Anda.

Ternyata, perempuan memiliki waktu terbaik untuk berhubungan intim. Ini penting diketahui pria agar mendapatkan 'hasil' maksimal. Kapan itu?

Bila seorang pria mengajak pasangan untuk ML di pagi hari, berarti ia membutuhkan effort luar biasa agar sang perempuan bisa mendapatkan orgasme. Pada pukul 06.00-08.00, jumlah melatonin atau hormon tidur perempuan masih cukup tinggi. Dan pastinya ia sedang tidak mood untuk bercinta.

Tapi jika si pria tetap ngotot ingin bercinta di pagi hari, berarti ia harus sedikit bekerja keras untuk pemanasan. Artinya, foreplay membutuhkann waktu cukup lama untuk bisa membangunkan si dia perlahan-lahan.

Bagitu pula pada pukul 09.00-10.00. Seorang pria akan butuh waktu lama untuk membuat pasangannya bergairah. Karena pada waktu ini, hormon endorphin atau hormon yang membuat si dia senang, sedang berada pada level yang rendah. Jadi usaha seorang pria biasanya akan sia-sia.

Lepas pukul 14.00, seorang perempuan akan lebih cepat mengantuk, dan sangat ingin bermalas-malasan serta disayang. Sedangkan bagi pria, banyak dokter yang mengatakann, inilah saat ideal untuk bercinta karena sperma sedang dalam kualitas terbaikk.

Jujurlah Sebelum Donor Darah!

Donor Darah

Donor darah adalah perbuatan mulia yang membantu menyelamatkan nyawa orang lain. Tapi bukan berarti semua orang bisa melakukannya, karena ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab seseorang sebelum mendonorkan darahnya.

Darah yang didonorkan untuk orang lain sebaiknya bebas dari penyakit menular, infeksi atau adanya kelainan pada darah. Karena itu diperlukan pemeriksaan (screening) terhadap darah yang akan didonorkan untuk orang lain.

dr Hilman Tadjoedin, SpPD, KHOM dalam acara diskusi "Transfusi darah yang aman dan rasional" di RS Kanker Dharmais, Jakarta, Kamis (10/6/2010) menuturkan ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab jujur sebelum berdonor darah, yaitu:

1. Apakah pernah melakukan tes atau pemeriksaan terhadap HIV/AIDS atau hepatitis?
2. Apakah pernah menyuntikkan atau disuntikkan obat-obatan tanpa resep (obat terlarang), baik sekali saja atau beberapa kali?
3. Jika laki-laki, pernahkah melakukan oral atau anal seks dengan orang lain selain pasangannya serta apakah menggunakan alat pengalaman (kondom) atau tidak?
4. Apakah pernah menerima uang atau obat (narkotika) sebagai imbalan dari berhubungan seks (misalnya pekerja seks komersil)?
5. Apakah Anda atau pasangan memiliki HIV/AIDS?
6. Apakah Anda atau pasangan pernah melakukan kontak dengan seseorang yang memiliki hepatitis B atau C?

"Jika ada salah satu pertanyaan yang jawabannya Ya atau jika merasa ragu-ragu maka diindikasikan dengan jawaban Ya, maka orang tersebut tidak boleh mendonorkan darahnya. Seharusnya seseorang menjawab pertanyaan ini dengan jujur," ungkap lulusan kedokteran UI tahun 1989.

dr Hilman juga tidak menyarankan donor darah pada orang yang memiliki masalah:

  1. Thalasemia

  2. Anemia

  3. Sumsum tulang yang terlalu aktif memproduksi sel darah sehingga nilai Hb nya tinggi bahkan bisa mencapai 20 g/dl atau lainnya (normalnya 12-14 g/dl)

  4. Penyakit infeksi yang bisa menular melalui darah seperti hepatitis B, C atau HIV/AIDS.

  5. Pasien baru sembuh dari Demam Berdarah atau Malaria

Selain itu darah yang didonorkan juga harus dilakukan pemeriksaan terhadap antibodinya untuk menghindari reaksi transfusi, serta jika diperlukan darah yang akan ditransfusikan diperiksa pada dua kesempatan berbeda. Yang harus diperhatikan pendonor adalah:

  1. Pendonor tidak sedang menstruasi

  2. Memiliki berat badan tidak kurang dari 50 kg

  3. Usianya minimal 17 tahun dan tidak lebih dari 50 tahun

  4. Dalam kondisi sehat.

  5. Memiliki tekanan darah (sistolik tidak lebih dari 180 sedangkan diastolik tidak lebih dari 100) serta denyut nadi yang normal.

  6. Tidak sedang flu atau batuk dan suhu tubuh normal.

Obat Semprot Untuk Meredakan Cedera Pemain Bola

Obat itu namanya chlor etil gan !!!

Para penggemar sepakbola tentu sering menyaksikan pemain yang cedera mendapat semprotan obat. Lalu, beberapa saat kemudian pemain itu sudah bisa berlari kembalii mengejar bola. Sebenarnya sehebat apa sih obat spray itu?



�Obat semprot itu merupakann chlor etil, bahan kimia yang pada saat bersentuhan dengan kulit menimbulkan reaksi dingin. Rasa dingin itu dipakai sebagai pereda sakit, namun sebenarnya juga berfungsi untuk menghentikan perdarahan,� kata dr.Michael Triangto, Sp.OK dari RS Mitra Kemayoran Jakarta.

Selain dalam dunia olahraga, pereda nyeri spray itu juga dipakai oleh dokter gigi dan dokter bedah. Para dokter gigi sering memakai obat itu untuk mengurangi perdarahan saat mencabut gigi susu yang akar giginya belum terlalu dalam.

Sedangkan dokter bedah menggunakan obat ini untuk memanipulasi agar bisa dilakukan tindakan, misalnya mengobati abses yang cukup matang namun tidak bisa disuntik.

Menurut dr.Michael, penggunaan chlor etil merupakan bagian dari penanganan cedera yang disebut RICE (Rest, Ice, Compression dan Elevation). �Ice atau kompres dingin hanyalah salah satu faktor karena sifatnya urgent.

Setelah pertandingan, tiga faktor lainnya dilakukan, yakni pemain harus beristirahat, bagian yang cedera dibebat dan menaikkann bagian tubuh yang cedera lebih tinggi untuk mengurangi nyeri dan bengkak,� katanya.

Pada atlet, penanganan cedera juga ditambah dengann obat-obatan, fisioterapi, serta sport teraphy untuk penguatan otot-otot dan peregangan agar ototnya kembali lentur.

Sumber:http://www.taukahkamu.com/2011/01/namanya-chlor-etil-inilah-obat-semprot.html

Penis Adalah Patokan Kesehatan Pria

Untuk sekedar tahu gambaran kondisi umum tentang kesehatannyaa, seorang pria tidakk butuh termometer dan stetoskop. Cukup lihat kemampuan ereksi pada penisnya, sebab pada pria kemampuan tersebut sudah mewakili kondisi kesehatan secara umum.

Untuk dapat ereksi dengan sempurna, penis membutuhkan elastisitas pembuluh darah dan ritme jantung yang stabil untuk memompa darah ke bagian tersebut. Pengerasan arteri dan penyumbatan oleh plak dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Pengerasan dan penyumbatan pembuluh darah merupakan risiko berbagai gangguan jantung dan pembuluh darah. Karena itu, gangguan ereksi pada pria patut diwaspadai sebagai tanda-tanda adanya faktor risiko tersebut.

Sebuah penelitian di University of Bristol, Inggris pernah mengungkap bahwa pria yang lebih aktif secara seksual punya risiko lebih kecil untuk mengalami serangan jantung. Dengan tiga kali orgasme tiap pekan maka risiko serangan jantung berkurang 50 persen dibandingkan yang lebih jarang berhubungan seks.

Penelitian lain juga dilakukan di University of Brussel, Belgia terhadap pria berusia 50-55 tahun. Pria yang hanya bercinta sekali dalam sebulan punya risiko serangan jantung 70 persen lebih tinggi dibandingkan yang lebih sering. Setelah keluar dari rumah sakit, makin sering berhubungan seks makin cepat masa pemulihannya.

"Disfungsi ereksi sering muncul sebelum serangan jantung terjadi. Seperti burung kenari di tambang batubara, ereksi bisa memberi tanda akan datangnya bahaya besar bagi pria," ungkap pakar kesehatan dari Foxnews Health, Dr David Samadi seperti dikutip dari Foxnews, Senin (3/1/2011).

Hubungannya juga berlaku sebaliknya, untuk dapat berhubungan seks secara teratur pria butuh kebugaran fisik dan mental. Hanya pria sehat yang mampu mempertahankan ereksi dan melakukan hubungan seks seaktif mungkin dengan pasangannya.

Selain itu, ereksi juga butuh koordinasi saraf yang solid dan pelepasan senyawa nitrogen oksida yang berkelanjutan. Kekurangan hormon testosteron dan kelebihan berat badan seringkali menghambat mekanisme tersebut.

Kelebihann berat badan dan ketidakseimbangan hormon menandakann adanya risiko gangguan sistem metabolisme. Dan seperti telah diketahui, salah satu komplikasi diabetes yang paling ditakuti pria adalah disfungsi ereksi.

sumber:http://www.detikhealth.com/read/2011/01/03/095159/1537796/763/penis-adalah-barometer-kesehatan-pria

Tahapan-tahapan Munculnya Jerawat

jerawat

Jerawat adalah masalah kulit yang menjengkelkan yang bisa mengganggu kepercayaan diri. Ditambah lagi bekas jerawat yang susah dihilangkan. Ketahui tahapan-tahapan munculnya jerawat agar lebih mudah ditangani.

Jerawat umumnya muncul di wajah, leher, punggung dan dada. Tahapan pada jerawat ini juga menentukan berat atau tidaknya peradangan yang terjadi dan rasa sakit yang muncul.

Jika jerawat masih pada tahap awal, maka pengobatan yang dilakukan cenderung mudah. Seperti dikutip dari eHow, Kamis (10/6/2010) terdapat beberapa tahapan saat jerawat muncul yaitu:

Tahap 0
Tahap ini berarti ada tanda-tanda kecil dari jerawat dan sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan, termasuk munculnya jerawat kecil-kecl. Kondisi ini bisa hilang dalam waktu 1-2 hari, kecuali jika ada tanda bahwa jerawat tersebut membesar.

Tahap 1
Ini adalah tahapan awal dari jerawat yang biasanya dimulai dengan adanya komedo (whitehead). Terlihat beberapa bintik putih di wajah terutama di ujung hidung, sudut hidung dan bawah bibir. Kondisi ini tidak menyebabkan peradangan, tapi beberapa hari kemudian akan timbul titik hitam di daerah tersebut. Jika seseorang menghilangkannya dengan cara tidak steril, maka akan ada kesempatan bagi jerawat untuk berkembang lebih lanjut.

Tahap 2
Pada tahap ini akan terlihat peradangan ringan yang biasanya disertai dengan papula. Papula adalah lesi (luka) kulit yang sedikit membesar tapi dalam ukuran kecil dan padat. Kondisi ini juga dikenal dengan jerawat ringan, jika bisa diberikan pengobatan yang baik maka bisa mengendalikan jerawat.

Tahap 3
Dalam tahap ini papula pada kulit sudah mulai berkembang dan terlihat meradang. Pengobatan ini biasanya harus membutuhkan bantuan medis.

Tahap 4
Jerawat yang muncul sudah berubah menjadi pastules. Pada dasarnya pastules ini berisi nanah, terlihat meradang dan ada semacam tip putih. Jika sudah mencapai tahap ini, sebaiknya jerawat tidak dipencet sembarangan.

Tahap 5
Jika masalah kulit ini tidak terkendali, maka bisa memasuki tahap yang parah. Gumpalan (nodule) akan mulai muncul pada tahap ini. Pastules yang ada lebih berkembang di wajah yang berisi nanah, sel-sel kulit mati, sel darah putih, bakteri dan sebum. Gumpalan yang meradang ini bisa meluas ke bagian kulit yang lebih dalam dan menyebabkan rasa sakit. Jika sudah mencapai kulit yang dalam, maka bisa menyebabkan parut.

Tahap 6
Pada tahap ini kulit akan terlihat memerah dan darah bisa muncul dari jerawat ini jika timbul luka. Tahap ini mengakibatkan infeksi dan meningkatkan potensi jerawat berikutnya.

Tahap 7
Dalam tahap ini penggunaan obat diperlukan untuk membantu membersihkan semua gumpalan (bintil) dan jerawat yang mengandung nanah. Sebaiknya pengobatan ini dilakukan oleh seorang dermatolog agar jerawat lebih terkendali dan tidak berkembang lebih lanjut.

Tahap 8
Kondisi ini adalah salah satu tahapan penyembuhan jerawat yang mana seseorang bisa melihat bekas luka atau titik bekas jerawat. Untuk menghilangkannya diperlukan perawatan khusus terhadap bekas luka jerawat untuk menghindari jaringan parut permanen.

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan timbulnya jerawat yaitu fluktuasi hormon, kelenjar minyak yang terlalu aktif, keturunan, faktor musim, konsumsi kafein, merokok, kehamilan, faktor stres, kurangnya perawatan untuk kulit sehingga kulit kotor atau tidak bersih dan kulit yang berminyak sehingga kotoran mudah untuk menempel.